Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Mundur dari Politik, Presiden Filipina Duterte Mematik Spekulasi Muluskan Jalan Puterinya

- Apahabar.com     Sabtu, 2 Oktober 2021 - 18:04 WITA

Mundur dari Politik, Presiden Filipina Duterte Mematik Spekulasi Muluskan Jalan Puterinya

Presiden Rodrigo Duterte. Foto-Reuters/

apahabar.com, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dirinya pensiun dari dunia politik pada Sabtu (2/10).

Langkah yang mengejutkan itu memantik spekulasi bahwa Duterte tengah memuluskan jalan bagi puterinya untuk menjadi presiden.

“Hari ini, saya umumkan pengunduran diri saya dari politik,” kata Duterte saat mendampingi senator Christopher “Bong” Go mencalonkan diri sebagai wakil presiden dilansir Antara.

Go adalah pendukung setia Duterte di partai PDP-Laban yang berkuasa di Filipina.

Duterte sebelumnya diprediksi akan mencalonkan diri sebagai wapres.

Dia tak bisa lagi menjadi calon presiden sesuai aturan konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode selama enam tahun.

Para pengamat politik telah lama menduga Duterte akan membuat kejutan, misalnya dengan pencalonan puterinya, Sara Duterte-Carpio, sebagai presiden dalam pemilu tahun depan.

Duterte-Carpio, yang menggantikan ayahnya sebagai wali kota Davao, bulan lalu mengatakan tidak akan mencalonkan diri tahun depan sebab dia dan ayahnya sepakat hanya salah satu dari mereka yang akan maju pada 2022.

Keputusan Duterte untuk mundur dari politik akan membuka jalan bagi puterinya.

“Ini memungkinkan Sara Duterte untuk maju,” kata Antonio La Vina, profesor hukum dan politik Universitas Ateneo de Manila.

Namun La Vina mengatakan dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan Duterte akan berubah pikiran dan menggantikan Go sebagai calon wapres.

Para calon diberi waktu hingga Jumat untuk melakukan pendaftaran, namun pembatalan dan penggantian masih dibolehkan hingga 15 November.

Jadwal itu memberi peluang adanya pergantian calon di menit-menit terakhir, seperti yang terjadi pada pemilu 2016 ketika nama Duterte masuk sebagai calon presiden dan memenangi pilpres dengan selisih suara yang besar.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Afghanistan

Internasional

Pemerintah China Desak Warganya di Afghanistan untuk Berpakaian Islami
apahabar.com

Internasional

Khabib Nurmagomedov Berduka, Ayahnya Meninggal karena Covid-19

Internasional

Tentang Langkah China, Prabowo dan Menhan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama
apahabar.com

Internasional

Pengadilan Malaysia Tagih Pajak pada Najib Rajak

Internasional

Keluarga Aktivis Palestina yang Tewas Cari Keadilan ke PBB
Bung Karno

Internasional

Bang Rifqi Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Bung Karno Bela Palestina
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB: Dunia Gagal Hadapi Tantangan untuk Perangi Pandemi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com