KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini Truk Conch Disweeping di Amuntai, Kapolres HSU Buka-bukaan

Naik Pesawat Wajib PCR, Satgas Ungkap Alasannya

Pelaku perjalanan antarwilayah dengan pesawat udara wajib mengikuti tes polymerase chain reaction (PCR).Padahal sebelumnya syarat perjalanan
- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 21:53 WITA

Naik Pesawat Wajib PCR, Satgas Ungkap Alasannya

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pelaku perjalanan antarwilayah dengan pesawat udara wajib mengikuti tes polymerase chain reaction (PCR).

Padahal sebelumnya syarat perjalanan udara cukup hasil tes rapid antigen untuk wilayah Jawa-Bali, dan kewajiban PCR hanya untuk penumpang yang baru vaksin dosis pertama.

Lantas mengapa syarat perjalanan semakin ketat, padahal situasi Covid-19 kian membaik?

Satgas Covid-19 menjelaskan aturan memperketat syarat bepergian antarwilayah bentuk kehati-hatian pemerintah terkait penularan Covid-19 saat pembatasan-pembatasan mulai dilonggarkan.

“Kebijakan mobilitas ini diperbaharui, menimbang semakin luas pembukaan operasional sektor sosial kemasyarakatan,” kata Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dikutip dari detikcom, Rabu (20/10/2021).

Berikut bunyi kewajiban PCR calon penumpang pesawat dalam Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa dan Bali:

p. pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut
dan kereta api) harus:

1) menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama);
2) menunjukkan PCR (H-2) untuk pesawat udara serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;
3) untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya berlaku sebagai berikut:
a) untuk sopir yang sudah divaksin 2 (dua) kali dapat menggunakan antigen yang berlaku selama 14 (empat belas) hari untuk melakukan perjalanan domestik;
b) untuk sopir yang baru divaksin 1 kali, antigen akan berlaku selama 7 (tujuh) hari; dan
c) untuk sopir yang belum divaksin, harus melakukan antigen yang berlaku selama 1x 24 jam.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pasien Pakai Tikar

Nasional

Video Pasien Pakai Tikar Hingga Diperiksa di Atas Pikap Viral, Pihak RS Buka Suara
apahabar.com

Nasional

Pesan Terakhir Mbah Moen Jelang Gus Yasin ke Makkah

Nasional

Wacana Tax Amnesty Jilid II, Mardani H Maming: Kita Dukung
Emak-Emak Ngamuk

Nasional

Viral, Emak-Emak Ngamuk di Sarang Judi: Hancur Rumah Tangga Gegara Ini..
Subsidi Gaji

Nasional

Subsidi Gaji Rp1 Juta Segera Ditransfer, Lihat 3 Informasi Terbaru
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Utamakan Pencegahan Atasi Karhutla
apahabar.com

Nasional

Soal Natuna, China Didesak Klarifikasi dan Minta Maaf pada Indonesia
Gucci

Nasional

Duh, Tas Gucci Rp 80 Juta Dijual Maling Rp 300 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com