Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Namanya Menasional, MHM Dinilai Potensial untuk RI-2

- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 10:04 WITA

Namanya Menasional, MHM Dinilai Potensial untuk RI-2

Mardani H Maming (kiri), Puan Maharani (tengah), dan Ganjar Pranowo tiga dari sekian banyak nama kader PDI Perjuangan yang dinilai potensial untuk Pilpres 2024. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Nama Mardani H Maming (MHM) jadi perbincangkan di kancah politik nasional. Sosok pengusaha muda asal Kalimantan Selatan ini disebut sebagai kader potensial PDI Perjuangan untuk bursa calon presiden (capres) 2024 mendatang.

Namun Pemerhati Politik Kalsel, Ani Cahyadi punya pandangan berbeda.

Setelah sejumlah jabatan strategis pernah diduduki, mantan bupati Tanah Bumbu dua periode itu dinilai lebih berpeluang untuk bursa calon wakil presiden.

“Atau minimal sebagai menteri pada 2024 mendatang,” ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin ini.

Menurutnya, figur MHM bisa menjadi “New Jusuf Kalla” sebagai tokoh muda representatif wilayah Timur.

“Dalam konteks politik, akan sangat sulit jika RI-1 itu dari luar pulau Jawa,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (18/10).

Tapi dalam konteks pemilih, karena penduduk Jawa yang sangat besar, menurutnya MHM lebih cocok dicalonkan menjadi pendamping RI-1.

Namun, lanjut Ani, hal itu juga cukup sulit terjadi di Pilpres 2024 nanti. Sebab, PDI Perjuangan kemungkinan besar takkan mengusung dua kader sekaligus dalam kontestasi empat tahunan itu.

“Kecuali PDIP melakukan konvensi seperti yang dilakukan Golkar, Demokrat sebelumnya, melihat siapa calon yang akan didukung,” katanya.

Jika itu terjadi, ujar dia, persaingan sejumlah nama dalam bursa pencalonan PDIP semakin ketat. Otomatis, kecenderungan akan kembali ke trah atau silsilah Soekarno.

“Kalau itu kita jawab sendiri kan. Artinya Mba Puan Maharani,” ujarnya.

Dengan begitu, Ani menilai jabatan strategis di pemerintahan yang paling memungkinkan diduduki MHM pada 2024 adalah kementerian.

Hal ini juga berkaca pada sejarah yang ada. Yang mana, sederet alumni Hipmi mayoritas menjadi menteri.

“Jadi menteri seribu persen sangat memungkinkan, karena melihat sepak terjang di Hipmi. Tradisinya juga, alumni-alumni Hipmi rata-rata jadi menteri. Kita bisa lihat Menteri Perdagangan, Ekonomi Kreatif dan Menteri Investasi dari Hipmi,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah nama disiapkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk suksesi Pilpres 2024.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyebut nama-nama itu mulai dari Presiden Jokowi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, putra Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, Ketua DPR Puan Maharani, hingga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming.

“Sosok seperti Presiden Jokowi, Mas Prananda Prabowo, Mbak Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani H Maming, Sultan Riska dll lahir dari mekanisme kaderisasi partai,” ucap dalam keterangan tertulis yang diterima apahabar.com, Jumat (15/10).

Sekolah partai, kata Hasto, merupakan mekanisme khas PDI Perjuangan untuk merawat tradisi demokrasi Indonesia.

“Demokrasi Indonesia yang bukan demokrasi elektoral-individual,” sebutnya.

Semua nama yang disiapkan melalui kaderisasi kepemimpinan partai adalah kader terbaik PDIP di tingkat pusat hingga daerah.

Namun begitu mengenai keputusan akhir, Kongres V Partai telah memberikan mandat kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri.

“Pengumuman akan dilakukan pada momentum yang tepat. Semua memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal deklarasi. Itulah tata cara melahirkan pemimpin, perlu pertimbangan matang dan jernih,” ujar Hasto.

PDI Perjuangan, kata Hasto, melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemik.

“Lalu mengambil jalan pintas dengan mencalonkan [kader] tertentu dengan berbagai subjektivitas kepentingan,” ujarnya.

Hasto bilang PDI Perjuangan akan terus mencermati dinamika politik yang berkembang.

Seluruh kader dan anggota partai diminta terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program pemulihan atas dampak pandemi.

“PDI Perjuangan telah membangun demokrasi yang semakin matang, agar lahir pemimpin bangsa yang hebat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin politik dari tingkat pusat hingga daerah yang disiapkan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinan partai,” pungkasnya

PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Minus Paman Birin, Tiga Nama Kembalikan Berkas ke Gerindra
apahabar.com

Politik

Kampanye ke Desa Maju Sejahtera Tanbu, Syafruddin H Maming Disambut Kesenian Khas Bali
apahabar.com

Politik

Maju Mundur Guru Khalil di Pilkada Banjar 2020
MK Kalsel

Politik

Jelang “Jumat Keramat”, Tim BirinMu-H2D Ungkap Prediksi Putusan MK
apahabar.com

Politik

Dukung Duet ANIS, Dambakan Program Kesehatan Gratis di Balangan Berlanjut

Politik

Kisruh Golkar Banjar, Kubu Antung Aman Masih Pikir-Pikir
Demokrat Kalsel

Politik

Hadiri KLB Sumut, 8 Kader Demokrat Kalsel Resmi Didepak DPD
apahabar.com

Politik

Masyarakat Diminta Sorot Politik Uang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com