Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Narkoba di Banjarbaru Meningkat Selama Pandemi, dari Coba-Coba hingga Candu

- Apahabar.com     Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:55 WITA

Narkoba di Banjarbaru Meningkat Selama Pandemi, dari Coba-Coba hingga Candu

Psikiater, Winda Oktari. Banyak remaja salah pergaulan hingga terjerumus dalam lingkaran peredaran narkotika. Foto-apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Berawal dari salah pergaulan, banyak anak usia remaja di Banjarbaru mencoba narkoba untuk sekadar dianggap keren.

Awal mulanya, mereka mencoba dengan meracik sendiri dari bahan yang mudah didapatkan di apotek. Hingga menjadi candu.

Hal itu disampaikan Dokter Psikiater, Winda Oktari. Di mana kebanyakan pasien yang ia tangani berusia belasan tahun.

“Yang datang ke saya rata-rata umur 17 tahunan, tapi umur 15 tahun juga ada,” ujarnya kepada apahabar.com, Sabtu (16/10).

Usia muda merupakan usia rentan untuk coba-coba, ingin tahu, kemudian ingin diterima dalam pergaulan.

Sehingga yang marak disalahgunakan pertama adalah obat obatan yang gampang dicari di warung, atau apotek yang mana dapat memberi efek hemat.

Sedang untuk pengguna narkoba jenis sabu atau jenis mahal, lebih kepada mereka yang berusia 20 tahunan atau sudah berpenghasilan sendiri.

Lantas, apa mayoritas alasan para pengguna narkoba?

Winda mengatakan untuk para remaja lebih kepada salah pergaulan, ikut – ikutan dan ingin diakui. Sehingga tidak melulu karena ada masalah keluarga.

Kecanduan zat zat adiktif dalam narkoba akan membuat perubahan perilaku, pikiran dan emosi. Itu kata Winda termasuk salah satu penyakit gangguan jiwa yang tidak bisa diabaikan. Apalagi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga kualitas hidupnya tidak baik.

Oleh karenanya, Winda mengajak masyarakat khususnya Banjarbaru untuk menjauhi narkoba. Sebab risiko narkoba sebutnya sangat panjang ketimbang efek atau nikmatnya yang hanya sesaat.

“Buat teman-teman atau masyarakat yang masih menggunakan narkoba, udah deh enggak usah makai lagi karena enggak ada untungnya,” tegasnya

Selain memengaruhi masa depan, arkoba juga sangat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan kita. “Jadi setop narkoba lebih baik daripada mempertahankan hidup yang tidak sehat,” tuntasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarbaru, AKBP Agus Lukito mengatakan terjadi peningkatan kasus narkoba di 2021 dibanding 2020 lalu.

“Kita kembali sampaikan bahwa bahaya narkoba ini luar biasa. Dia ada di mana-mana, termasuk di sekitar kita,” kata Agus Lukito pada Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, lalu.

Dilanjutnya, dari data pembaharuan yang mereka kantongi hingga pertengahan tahun. Agus menyebut dari seksi pemberantasan sudah ada lima kasus yang diungkap hingga pertengahan tahun ini.

“Di tempat kita (BNNK Banjarbaru) tahun 2020 lalu hanya ada lima kasus, sekarang pertengahan tahun ini sudah ada lima kasus. Jadi kita tidak bisa menyatakan kita zero atau tidak ada narkoba, barang ini ada dimana-mana,” terangnya

Dari sisi rehabilitasi yang dilayani BNNK Banjarbaru, sekarang kata Agus, setidaknya ada kurang lebih 40 pasien yang mereka tangani.

“Mereka yang kita rawat rata-rata usia produktif, bahkan sampai ada yang harus kita kirim ke balai Rehabilitasi di Tanah Merah Kaltim untuk penanganan lebih lanjut,” bebernya.

Agus menegaskan bahwa penanganan kasus penyalahgunaan narkoba ini tak hanya dari sisi pengungkapan saja. Melainkan juga dari upaya mitigasi secara dini.

 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira! Pelanggan PDAM Kotabaru Dibebaskan Tagihan Air untuk Dua Bulan
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin: Meriahkan Pesta Demokrasi, KPU Buka Sayembara
apahabar.com

Kalsel

Pendaftaran CPNS Kemenkumham Tahun 2019 Diperpanjang, Pelamar Wajib Patuhi Aturan

Kalsel

Cerita Keganasan Buaya Liar, 2 Warga Kotabaru Ditelan Hidup-Hidup
apahabar.com

Kalsel

Kemenag Kabupaten Banjar Ajak Netralisasi Tempat Ibadah
apahabar.com

Kalsel

Sudahkah ‘Forum Reklamasi’ Menjawab Polemik Lubang Pasca Tambang di Kalsel?
apahabar.com

Kalsel

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan
Korban DBD di Banjarmasin Sudah Delapan Orang

Kalsel

Korban DBD di Banjarmasin Sudah Delapan Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com