Cek di Sini! Hasil Menteri Basoeki Tinjau Kelayan Barat Banjarmasin Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa

OPTIMISTIS Level I, Banjarmasin Malah PPKM Level IV Lagi, Pakar Ungkap Biang Keroknya 

- Apahabar.com     Selasa, 5 Oktober 2021 - 05:35 WITA

OPTIMISTIS Level I, Banjarmasin Malah PPKM Level IV Lagi, Pakar Ungkap Biang Keroknya 

Alih-alih mencapai target penurunan level, Banjarmasin kembali harus berkutat dengan pembatasan level IV. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah pusat kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV, tak terkecuali di Banjarmasin.

Padahal, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi sudah optimistis ibu kota Kalsel turun level, bahkan ke level 1.

Penelusuran apahabar.com, cakupan vaksinasi di Banjarmasin saat ini telah mencapai 50 persen. Namun vaksinasi warga lanjut usia atau lansia masih terbilang minim.

“Kalau kita genjot lagi vaksinasi lansia ini kemungkinan kita berada di level I,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Banjarmasin ini, baru tadi.

Lantas sudah tepatkah keputusan pemerintah pusat menetapkan Banjarmasin tetap PPKM level IV?

Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatyullah Muttaqin menyebut sederet faktor yang membuat Banjarmasin tetap di level IV. Pertama, peningkatan kasus kematian selama sepekan terakhir yang mencapai 27 orang.

Sepekan sebelumnya tidak ada laporan kasus kematian. Akibatnya level transmisi atau penularan komunitas Barjarmasin memburuk lagi.

“Dari zero menjadi 4 kasus kematian per 100 ribu penduduk sejak 27 September,” ujarnya dihubungi apahabar.com, Selasa (5/10).

Kedua, tracing atau penelusuran kontak erat penderita Covid-19 yang dianggap “terbatas”. Per 2 Oktober, rasio kontak erat Banjarmasin masih berada di tingkat 3,3. Untuk keluar dari posisi “terbatas” menjadi “memadai”, angka tracing ini harus naik minimal 5.

Lantas, bagaimana dengan cakupan vaksinasi untuk warga lansia di Banjarmasin?

Kendati cakupan vaksinasi dosis pertama per 4 Oktober sudah mencapai 51% dari target, tetapi target khusus lansia baru mencapai 25%.

“Ini menjadi faktor lainnya,” ujar dosen Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ULM ini.

Ironi PPKM Level IV Banjarmasin: Anggaran Miliaran, Mobilitas Warga Malah Naik!

Lantas, mengapa penerapan indikator PPKM untuk Banjarmasin yang lebih ketat dibanding 12 daerah lainnya di Kalsel?

Banjarmasin, kata dia, adalah pusat atau aglomerasi wilayah Kalsel yang menghubungkan Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut dan Banjarbaru.

Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat kegiatan ekonomi dan bisnis di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, mobilitas penduduk dari dan ke Banjarmasin paling tinggi dibanding daerah lainnya.

Populasi Banjarmasin saat ini mencapai 657 ribu jiwa dengan kepadatan penduduk 6.680 orang per kilometer persegi, sehingga paling rentan untuk terjadinya penyebaran Covid-19.

“Apalagi pada Gelombang Ketiga kemarin, Banjarmasin merupakan episentrum kasus Covid-19 di Banua,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah kembali mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 di luar Jawa-Bali. Alih-alih menurunkan level, Banjarmasin justru harus kembali berkutat dengan level IV.

Ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual, menyampaikan PPKM level 4 luar Jawa-Bali yang sebelumnya diterapkan selama dua pekan di 10 kabupaten/kota kini berkurang menjadi 6 daerah.

6 daerah PPKM level 4 itu yakni Kabupaten Pidie, Kabupaten Bangka, Kota Padang, Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, termasum Kota Banjarmasin.

“Masih belum mencapai target yang ditentukan atau testing-nya relatif terbatas atau ada sedikit kenaikan positivity rate,” ujarnya, Senin (4/10).

Untuk PPKM Level 3 diterapkan di 44 kabupaten/kota. Sebelumnya ada 108 daerah. Sementara status PPKM level 2 meningkat 292 kabupaten/kota dari sebelumnya 249 daerah. Sedang PPKM Level 1 naik menjadi 44 kabupatan/kota, sebelumnya 18 daerah.

Sebab itu, pemerintah akan memperpanjang PPKM untuk menangani pandemi virus Corona luar Jawa-Bali selama dua pekan mendatang, mulai 5 Oktober sampai 18 Oktober 2021.

Menakar Efektivitas Kebijakan PPKM Level IV Banjarmasin di Mata Pakar Covid-19

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jurkani

Banjarmasin

Masih Enggan Bertemu Bawaslu, Denny Suguhkan Ratusan Bakul dari Zona PSU
Jurkani

Banjarmasin

Memanas Lagi, Giliran Jurkani Polisikan Aman Buntut Ricuh di Safari Denny
Banjar

Banjarmasin

Malam Tarawih Perdana, Jago Merah Amuk Rumah di Sungai Tabuk

Banjarmasin

Covid-19 di Banjarmasin Melonjak, Stok Darah Plasma Konvalesen Malah Kosong
Dampak Banjir

Banjarmasin

Dampak Banjir di Banjarmasin, Covid-19 Mengintai
Meninggal Dunia

Banjarmasin

Heboh Pria Paruh Baya Banjarmasin Ditemukan Meninggal Dunia Duduk di Kursi
Plh Wali Kota Banjarmasin

Banjarmasin

Masa Jabatan Ibnu-Herman Habis, Mukhyar Resmi Isi Plh Wali Kota Banjarmasin
Satresnarkoba Polresta Banjarmasin

Banjarmasin

Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com