Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Capai Tertinggi Multitahun

- Apahabar.com     Selasa, 26 Oktober 2021 - 07:29 WITA

Pasokan Ketat, Harga Minyak Dunia Capai Tertinggi Multitahun

Ilustrasi migas. Foto-Istimewa via Meredeka.com

apahabar.com, NEWYORK – Harga minyak mentah dunia mencapai level tertinggi multitahun pada akhir perdagangan Senin (26/10) atau Selasa pagi WIB sebelum menjadi stabil.

Kenaikan harga minyak dunia dikarenakan pasokan global yang ketat dan penguatan permintaan bahan bakar di Amerika Serikat dan belahan dunia lainnya mendorong harga menguat.

Melansir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember bertambah 46 sen menjadi menetap di 85,99 dolar AS per barel. Kontrak mencapai tertinggi sesi di 86,70 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember ditutup tidak berubah pada 83,76 dolar AS per barel, setelah mencapai 85,41 dolar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2014.

Kedua harga acuan telah naik sekitar 20 persen sejak awal September. Minyak mentah AS telah meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, sementara Brent telah naik selama tujuh minggu.

“Krisis pasokan energi global terus menunjukkan giginya, sehingga harga minyak memperpanjang kenaikannya minggu ini, akibat para pedagang menilai kenaikan permintaan bahan bakar sedang berlangsung – di tengah respons pasokan yang terbatas menipiskan stok global,” kata Louise Dickson, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.

Goldman Sachs mengatakan rebound yang kuat dalam permintaan minyak global dapat mendorong harga minyak mentah Brent di atas perkiraan akhir tahun sebesar 90 dolar AS per barel. Bank tersebut memperkirakan peralihan gas ke minyak dapat berkontribusi setidaknya 1 juta barel per hari (bph) untuk permintaan minyak.

Setelah lebih dari satu tahun permintaan bahan bakar tertekan, konsumsi bensin dan sulingan kembali sejalan dengan rata-rata lima tahun di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia.

“Kenaikan harga minyak berlanjut saat minggu baru perdagangan dimulai,” kata Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan Senin (25/10) dalam sebuah catatan, menambahkan pasokan yang ketat kemungkinan akan bertahan, yang menunjukkan bahwa “harga minyak akan naik lebih lanjut.”

Harga minyak juga telah didukung oleh kekhawatiran atas kekurangan batu bara dan gas di China, India, dan Eropa, yang mendorong peralihan bahan bakar ke solar dan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik.

“Alasan kami melihat kekuatan hari ini berlipat ganda, tetapi di antaranya adalah pergantian bahan bakar,” kata Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka di Mizuho.

Di India, produksi minyak mentah penyuling pada September naik tipis dari bulan sebelumnya, data pemerintah menunjukkan pada Jumat (22/10), karena kilang-kilang meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang melonjak.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

H-1 Iduladha, Tingkat Kunjungan Duta Mall Banjarmasin Mencapai 50%
apahabar.com

Ekbis

Pengamat: Pertanian Indonesia “Mati Rasa”

Ekbis

Rupiah Tutup 2018 dengan Gaya
apahabar.com

Ekbis

Berjuang di Tengah Covid-19, Biduan Banjarmasin Ini Jualan Makanan Online
apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, PGN Salurkan Gas Bumi ke Pelanggan Industri Baru
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

Ekbis

Rupiah Bergerak Melemah, Imbas Stimulus AS Masih Belum Disepakati
Balikpapan

Ekbis

Baru 42,83 Persen, Realisasi Investasi Kaltim Capai Rp 13 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com