Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah HKN Banjarmasin Dilidik Jaksa, Pencegahan Covid-19 Jangan Mengendur Catat! SMA di Kalsel Tak Libur Saat Nataru 2022

Pelonggaran Pembatasan Bakal Bikin Minyak Melambung

- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 11:19 WITA

Pelonggaran Pembatasan Bakal Bikin Minyak Melambung

Tren kenaikan harga minyak berlanjut pada Senin (18/10) pagi. Foto: Katadata

apahabar.com, JAKARTA – Tren kenaikan harga minyak berlanjut pada Senin (18/10) pagi. Harga minyak mencapai level tertinggi didorong permintaan dari pembangkit listrik yang beralih dari gas dan batu bara ke bahan bakar minyak dan diesel.

Minyak mentah berjangka Brent dilaporkan naik 87 sen atau 1,0 persen, menjadi 85,73 dolar AS per barel pada pukul 01.11 GMT, harga tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat 1,12 dolar AS atau 1,4 persen, menjadi diperdagangkan di 83,40 dolar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2014. Kedua kontrak naik setidaknya 3,0 persen minggu lalu.

“Pelonggaran pembatasan di seluruh dunia kemungkinan akan membantu pemulihan konsumsi bahan bakar,” kata analis dari bank ANZ, dilansir Antara.

Pasar bahan bakar jet didukung oleh berita bahwa AS akan membuka perbatasannya untuk pelancong asing yang divaksinasi pada bulan depan. Langkah serupa di Australia dan di seluruh Asia mengikuti.

Mereka menambahkan bahwa peralihan gas-ke-minyak untuk pembangkit listrik saja dapat meningkatkan permintaan sebanyak 450.000 barel per hari pada kuartal keempat.

Namun, pasokan juga bisa meningkat dari Amerika Serikat, di mana perusahaan-perusahaan energi pekan lalu menambahkan rig minyak dan gas alam untuk minggu keenam berturut-turut, karena melonjaknya harga minyak mentah mendorong pengebor untuk kembali ke sumur.

Jumlah rig minyak dan gas AS, indikator awal produksi masa depan, naik 10 rig menjadi 543 dalam seminggu yang berakhir 15 Oktober, tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan pekan lalu.

Sementara itu, ekonomi China kemungkinan tumbuh pada laju paling lambat dalam satu tahun pada kuartal ketiga. Itu imbas kekurangan listrik, kemacetan pasokan, dan wabah Covid-19 sporadis.

Konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu mengeluarkan sejumlah kuota baru impor minyak untuk penyulingan independen 2021 yang menunjukkan total tahunan yang diizinkan lebih rendah dari tahun lalu, pengurangan pertama izin impor sejak perusahaan-perusahaan ini diizinkan masuk ke pasar pada 2015.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara
apahabar.com

Ekbis

Stimulus Ekonomi Uni Eropa, Picu Rupiah Menguat Tajam
Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?

Ekbis

Pengangguran Diprediksi Naik, Apa Kabar RUU Cipta Kerja?
apahabar.com

Ekbis

Rawan Perampokan Driver Online, Astra: Lengkapi dengan GPS
BI

Ekbis

BI Kalsel Dorong Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Covid-19
PSBB

Ekbis

Dibayangi Pengetatan PSBB Jawa-Bali, Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Uang Edisi HUT RI Bukan untuk Tambah Likuiditas!
Mahakam Ulu

Ekbis

Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com