Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi

- Apahabar.com     Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:07 WITA

Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi

Selesai merusak mobil, dan membacok, pelaku juga merampas barang pribadi Jurkani. Polisi menyebut mereka dalam pengaruh minuman keras. Foto: Ist

apahabar.com, BATULICIN – Para penyerang Jurkani rupanya tak hanya melakukan pembacokan. Mereka juga merampas barang-barang pribadi advokat sekaligus mantan perwira yang pernah berdinas di Polda Kalsel ini.

“Handphone, kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), dan lain-lain,” kata salah seorang kerabat Jurkani, dihubungi apahabar.com, Minggu (24/10).

Pasca-penyerangan, Jurkani masih dirawat di sebuah rumah sakit di Banjarmasin ditemani seorang anak sulungnya yang kebetulan polisi.

“Kondisinya berangsur membaik,” kata dia. .

Kendati demikian, kata dia, psikis Jurkani terbilang belum stabil. Ia tampak traumatis.

“Kalau cerita, sambil marah. Mungkin teringat kejadian itu,” katanya.

Saat berita ini hendak ditayangkan, Jurkani dipindah ke ruangan unit perawatan tinggi atau High Care Unit (HCU).

“Karena kadang dipanggil gak nyahut, baru saja,” ujarnya via seluler.

Sampai saat ini, dia dan kerabat belum menunjukkan gambar terduga penyerang Jurkani.

Namun satu dari dua terduga pembacok telah dikonfirmasi oleh pihak Jurkani.

“Salah satunya dikenali,” ujarnya.

Kronologis Penangkapan 

Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung

Jurkani menjadi korban penyerangan brutal di Desa Bunati, Angsana, Tanbu, pada Jumat (22/10) sekitar pukul 17.45.

Penyerangan terjadi saat pria 60 tahun ini baru saja keluar dari lokasi tambang milik sebuah perusahaan pemegang IUP batu bara di Angsana.

Lokasi itu telah disegel Bareskrim Mabes Polri sejak pertengahan Oktober ini. Penyegelan buntut dugaan praktik penambangan ilegal yang dilakukan oleh pihak di luar pemegang IUP.

Sebelum kejadian, Jurkani sempat menghalau sejumlah gerombolan yang membawa alat berat.

Ia menduga mereka ini hendak masuk ke lokasi konsesi yang tersegel.

Jurkani kala itu ditemani seorang sopir. Dan tim pengamanan perusahaan pemegang IUP yang totalnya berjumlah enam orang.

Setelah balik kanan, mobil yang ditumpangi Jurkani tiba-tiba dicegat oleh sebuah mobil Fortuner hitam setibanya di jalan poros,

Seorang pria kemudian keluar sambil menenteng senjata tajam. Ia menggedor mobil sembari meminta Jurkani keluar.

Jurkani tak mau keluar. Pria itu kemudian kembali ke mobil. Selang 3 menit kemudian, datang iring-iringan berjumlah 3 mobil. Saat itulah penganiayaan terhadap Jurkani dimulai.

Juga dengan membawa senjata tajam, satu pria lagi turun dari mobil pertama. Ia memecahkan kaca kanan belakang mobil Jurkani dengan batu (sebelumnya ditulis menggunakan tangan dibalut kain).

Berhasil membuka pintu, Jurkani yang berada di bagian belakang dibacok hingga mengalami luka di bagian tangan kanan, perut dan kaki. Tangan kanannya nyaris putus.

Jurkani Tanah Bumbu

Jurkani menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Banjarmasin. Saat berita ini hendak ditayangkan, ia dibawa ke HCU. Foto: Ist

Menerima kabar pembacokan tersebut, jajaran Polsek Angsana melakukan penyelidikan. “Anggota Resmob Macan Kalsel meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel M Rifai, Jumat malam atau beberapa saat usai penyerangan.

Hasil penyelidikan malam itu, didapati informasi jika penyerang Jurkani menggunakan sebuah Fortuner berwarna hitam.

Dalam perjalanan, tim kepolisian yang mencari pelaku disebut bertemu dengan NR (44) pada sekitar pukul 23.00. NR ditangkap saat sedang berjalan kaki di kawasan Jalan Raya Angsana, Jumat (22/10) malam.

Sementara YR dilaporkan tertangkap saat tengah tertidur pulas dalam mobil di Sungai Loban menuju arah Pagatan, Sabtu (23/10) pagi.

Di dalam mobil YR, polisi menemukan tiga minuman keras diduga berjenis whiskey.

Selain tiga botol miras, polisi juga mengamankan parang dan baju dengan bercak darah yang mengering.

Motif Penyerangan

Dalami Kasus Pemukulan Tim Sukses H2D, Polisi Janji Objektif

NR merupakan warga Hulu Sungai Tengah. Sedang Iyur warga Loksado Hulu Sungai Selatan.

Polisi menyebut pelaku penyerang Jurkani dalam pengaruh minuman keras.

“Pengakuan pelaku berani melakukan penganiayaan tersebut karena dalam keadaan mabuk pengaruh miras,” ujar Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sutanto Himawan Saragih didampingi Kasi Humas AKP I Made Rasa, dihubungi Minggu siang.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Tambang Ulang Patroli ke Posko KTB Desa Bingkulu
apahabar.com

Kalsel

Jalan Nasional di Desa Jilatan Alur Jorong Rusak
Banjarbaru

Kalsel

Salat Subuh Berjemaah Selamatkan Ratusan Santri Al-Falah Banjarbaru dari Kebakaran
apahabar.com

Kalsel

Korem 101/Antasari Gelar Donor Darah Sambut HUT Ke-62 Kodam VI/MLW
apahabar.com

Kalsel

Dua Pejabat Tala Dibebastugaskan untuk Kedua Kalinya, Begini Respon Mereka
apahabar.com

Kalsel

DPRD Batola Gagal Kuorum, Pengesahan Empat Raperda Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Warga Desa Perbatasan Kotabaru Ramaikan Peringatan Hari Kesehatan Nasional
apahabar.com

Kalsel

Polres Banjarbaru Raih Penghargaan Layanan SIM dan SKCK Sangat Baik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com