Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Pembunuh Tokoh Pengungsi Rohingya Ditangkap

- Apahabar.com     Senin, 4 Oktober 2021 - 08:04 WITA

Pembunuh Tokoh Pengungsi Rohingya Ditangkap

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Lima tersangka pembunuh tokoh Rohingya Mohib Aullah ditangkap Kepolisiang Bangladesh pada Minggu (3/10) kemarin. Penangkapan dilakukan di kamp pengungsi di Cox’s Bazar.

“Kami menangkap lima orang yang diduga tersangka pembunuhan Mohib Ullah,” kata Kepala Kepolisian Bangladesh di Kamp Pengungsian Rohingya, Naimul Haque, seperti dilansir CNNIndonesia.com yang mengutip AFP, Senin (4/10).

Menurut Haque dua tersangka ditahan buat diinterogasi, sedangkan tiga orang lainnya belum diajukan ke pengadilan.

Menurut dia aparat kepolisian juga menangkap seorang lelaki Rohingya bersia 28 tahun pada pekan yang diduga terlibat pembunuhan itu.

Haque mengatakan seluruh tersangka diduga terkait dengan kelompok milisi Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).

Menurut laporan, salah satu tersangka yang ditangkap yakni Mohammad Elias (35) adalah anggota ARSA dan sempat mengancam mendiang pada Juni lalu.

Keluarga mendiang menuduh kelompok ARSA merasa tidak senang dengan popularitas Mohib Ullah di kalangan para pengungsi Rohingya dan kemudian membunuhnya.

Saat ini anggota keluarga mendiang Mohib Ullah memilih bersembunyi karena khawatir akan keselamatan mereka dan cemas kelompok ARSA bakal kembali melakukan kekerasan.

“Kami bahkan tidak berani keluar rumah. Mereka (ARSA) mengancam akan membunuh kami. Kami menerima sejumlah pesan berisi ancaman dalam beberapa hari terakhir. Saya panik. Kami diancam akan dibunuh kalau mengatakan anggota ARSA membunuh saudara saya,” kata saudara mendiang Mohib Ullah, Habibullah.

ARSA adalah kelompok yang diburu aparat keamanan Myanmar karena menyerang pos-pos keamanan di Negara Bagian Rakhine pada 2017.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Diancam Digempur China, Taiwan Minta Bantuan Internasional
Arab Saudi

Global

Warga Arab Saudi yang Kunjungi RI Bakal Disanksi Berat
apahabar.com

Global

Kalbar-Kalteng Desak Moratorium Sawit, Kaltim Tuntut Anak Tewas di Lubang Tambang

Global

Minum Kopi Perkecil Risiko Terpapar Covid-19, Apa Iya?
apahabar.com

Global

Fakta Mengejutkan Tentang Pulau Sentinel
Indonesia

Global

Israel-Indonesia Saling Tuding Soal Konflik Gaza
Denmark

Global

Vaksin 70 Persen Warganya, Denmark Bakal Cabut Pembatasan Covid-19

Global

Berlian Ungu The Spirit of the Rose Terjual Rp 375 Miliar, Pemenang Lelang Tak Diumumkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com