Cek di Sini! Hasil Menteri Basoeki Tinjau Kelayan Barat Banjarmasin Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa

Pembunuhan di Paramasan Libatkan Anak di Bawah Umur, Bapas Kelas 1 Banjarmasin Buka Suara

- Apahabar.com     Jumat, 1 Oktober 2021 - 23:01 WITA

Pembunuhan di Paramasan Libatkan Anak di Bawah Umur, Bapas Kelas 1 Banjarmasin Buka Suara

Kepala Sub Seksi Registrasi Klien Anak Haris saat ditemui apahabar.com di ruangannya. Foto-apahabar.com-Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Banjarmasin melakukan penanganan terhadap anak di bawah umur yang diduga terlibat pembunuhan sekaligus perampokan kepada seorang pedagang es krim.

Kepala Bapas Kelas 1 Banjarmasin Muhammad Susanni melalui Kepala Sub Seksi Registrasi Klien Anak Haris menerangkan
pendampingan dilakukan untuk menjaga hak anak sesuai aturan dalam pedoman perlindungan anak.

“Ini bukan untuk membela anak, namun untuk menjaga hak-hak anak dalam menjalani proses hukum,” ujarnya.

Namun saat ini hasil pemeriksaan psikologis pelaku belum diterima oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Banjarmasin.

“Biasanya hasilnya keluar akhir bulan,” ungkapnya.

Haris menjelaskan setiap anak tersandung hukum tidak selalu harus ditahan di lembaga pembinaan khusus anak. Tapi masih ada cara lain. Misalnya, memberikan sanksi sosial yang diawasi langsung kejaksaan atau dimasukkan ke dalam lembaga perorangan.

Balai Pemasyarakatan Kelas 1 Banjarmasin dalam sebulan ini telah menangani 9 kasus yang melibatkan anak, dari pencurian, narkoba, lakalantas, serta pembunuhan. Mayoritas anak yang terlibat dari Banjarmasin.

“Untuk kasus yang dominan adalah narkoba dan pencurian,” ujarnya.

Sebelumnya, Sukirman (54) pedagang es krim ditemukan tewas terkubur di Dusun Pematang, Peramasan, Kabupaten Banjar pada April 2021.

Pembunuhan itu melibatkan lima orang. Kelimanya memiliki masing-masing peran. Tiga orang sebagai pelaku pembunuhan, sementara dua sisanya berperan membantu penguburan.

Mereka adalah J (20), AJ (15) dan ARD (14). Sedangkan dua lainnya, M (32) dan W (30). Dua pelaku utama berstatus pelajar. Sementara AJ dilaporkan telah putus sekolah. Semua pelaku telah diringkus polisi pada 6 September 2021.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satlantas dan Disdik Tabalong Gelar Workshop Pengintegrasian Mata Pelajaran PKN dengan Lalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan SDM Berkualitas, Pemprov Kalsel Dukung Kerjasama Lembaga Pendidikan Profesional
Banjarmasin

Kalsel

Alasan PPKM Level IV Banjarmasin-Banjarbaru Berlanjut Meski Covid-19 Melandai
Mengintip Lingkungan Rumah Pengidap Covid-19 di Banjarmasin

Kalsel

Mengintip Lingkungan Rumah Pengidap Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Apresiasi Pendiri KOMPAK Borneo HST, Perguruan Kuntau Unjuk Gigi

Kalsel

Jalan Alternatif Menuju Makam Datu Kelampayan Kembali Dikerjakan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hari Ini, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

Kebagian Bantuan Kuota Internet, Guru di Batola Bernapas Lega
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com