Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

Pemerintah Berencana Ganti PLTU Batu Bara ke Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

- Apahabar.com     Kamis, 21 Oktober 2021 - 21:28 WITA

Pemerintah Berencana Ganti PLTU Batu Bara ke Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Pembangkit listrik hijau atau ramah lingkungan bakal menggantikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara. Pemerintah tengah menyiapkan skema energy transition mechanism (ETM) tersebut.

“Kita memerlukan uang untuk mengkompensasi penggantian pembangkit yang ada dan kita juga butuh uang untuk pembangkit baru yang termasuk energi baru terbarukan (EBT),” tutur Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam sebuah webinar, dilansir CNN Indonesia yang mengutip Antara, Kamis (21/10).

Dalam skema tersebut, sambung dia, pemerintah bisa meminta PLTU berbasis batu bara untuk pensiun dini dengan tetap menghormati kontrak-kontrak yang telah dibuat antara PLTU dan PT PLN (Persero) yang umumnya berjangka waku panjang.

Menurut Suahasil, pemerintah akan memberikan kompensasi atas aktivitas PLTU berbasis batu bara yang diminta berhenti tersebut. Kemudian, pemerintah akan membangun pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan, termasuk EBT.

“Hal itu dilakukan karena kita harus menjaga iklim investasi di Indonesia, karena kontrak-kontrak PLTU berbasis batu bara dengan PLN sangat berkaitan dengan iklim investasi Indonesia yang harus kita jaga,” terang dia.

Rencananya, pemerintah akan menggunakan blended finance atau pembiayaan campuran dalam menggantikan PLTU batu bara. “Kita mesti mendesain berapa yang ditanggung oleh APBN dan berapa dana dari internasional,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan penggunaan EBT bukan lagi pilihan, melainkan jadi keharusan ke depan. Emisi karbon pun ditargetkan mencapai nol pada 2060 mendatang atau lebih cepat lagi.

Namun, pemerintah perlu berhati-hati saat beralih ke EBT agar tidak merugikan pihak-pihak tertentu.

“Kalau kita mengatakan pembangkit listrik berbasis batu bara dilakukan early retirement. Jadi, dihentikan lebih cepat dengan kontraknya yang ada, maka harus ada kompensasi,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Sembuh 45.401 Orang dari 86.521 Kasus Positif
PPKM

Nasional

Dampak PPKM, Luhut Sebut Kasus Covid-19 Nasional Turun Hingga 93,9%
apahabar.com

Nasional

New Normal, TNI-Polri Awasi 1.800 Objek Keramaian
apahabar.com

Nasional

Pakai Masker, Jokowi Salat Jumat di Masjid Istana
Tes Kumur

Nasional

Kemenkes: Tes Kumur Deteksi Covid-19 Kantongi Izin Edar
apahabar.com

Nasional

Harimau Diduga Masuk Kampus Unsri, BKSDA Cek Lokasi

Nasional

Pengamat Dorong Cabut Statuta Rangkap Jabatan Rektor UI
apahabar.com

Nasional

Kiai Ma’ruf: Tantangan NU ke Depan Bagaimana Bisa Mendunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com