Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Pemerintah Hapus Cuti Nataru, Menko PMK Mengimbau Warga Tak Mudik Akhir Tahun

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:27 WITA

Pemerintah Hapus Cuti Nataru, Menko PMK Mengimbau Warga Tak Mudik Akhir Tahun

Ilustrasi kalender. Foto: Pixabay

apahabar.com, SOLO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengimbau warga tidak mudik pada akhir tahun.

Hal itu guna mencegah peningkatan mobilitas yang dapat menyebabkan lonjakan penularan Covid-19.

“Pokoknya sementara jangan punya rencana mudik, jadi tidak usah beli tiket dulu,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Solo, Rabu (27/10) dilansir Antara.

Ia juga mengemukakan kemungkinan pemerintah memperketat pembatasan aktivitas warga menjelang akhir tahun guna mencegah peningkatan penularan virus corona.

“Kemungkinan besar akan kami atur secara ketat seperti tahun lalu, jangan dicurigai macam-macam, ini demi keselamatan dan kemaslahatan masyarakat Indonesia,” katanya.

Menurut dia, pemerintah sudah menghapus cuti bersama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna menekan pergerakan warga.

“Nataru tidak ada cuti, libur tanggal merah kan hari Sabtu semua itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan penularan Covid-19 akibat peningkatan pergerakan warga pada akhir tahun.

“Walaupun sekarang kasus Covid-19 sudah landai dan turun, tidak boleh kemudian kita lengah, harus tetap waspada tinggi,” katanya.

“Nataru ini kalau kita los tanpa ada pembatasan atau aturan, biasanya diikuti dengan pergerakan orang besar-besaran dari satu tempat ke tempat yang lain, kemudian pasti akan dibarengi dengan kasus Covid-19,” ia menambahkan.

Dia mengatakan, pemerintah berusaha membatasi pergerakan warga guna mencegah terjadinya gelombang ketiga penularan Covid-19 seperti di negara lain.

“Sekarang kan Eropa hampir semua negara mengalami kenaikan [kasus] yang sangat drastis. Amerika Selatan, kemudian Singapura, yang kemarin katanya paling hebat menangani Covid-19, sekarang justru mengalami keparahan yang luar biasa. Jepang juga, Korea Selatan juga,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Seru! Empat Kepala Daerah Paparkan Keunggulan Wilayah Mereka, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS
apahabar.com

Hiburan

Hari Ini, Stand Up Comedy Indonesia di Cafe Rumah The PanasDalam

Nasional

Bank Bjb Raih Top 50 Emiten di The 12th IICD Corporate Governance Award
apahabar.com

Nasional

Pulang ke Solo, Jokowi Nyekar ke Makam Kedua Orangtuanya
Arwah Vanessa Angel

Nasional

Turut Berduka, Warga Padati Pemakaman Vanessa Angel dan Suami
apahabar.com

Nasional

Serpihan Pesawat Twin Otter yang Hilang Ditemukan di Tebing Pegunungan Papua
apahabar.com

Nasional

Pendulang Emas Tewas Tersambar Petir di Timika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com