Tiga Kabupaten-Kota Kalsel Nihil Pasien Covid-19, Tala Terbanyak Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Jelang Nataru, Palangka Raya Awasi Potensi Penimbunan Bahan Pokok Kejagung Tetapkan Seorang Pengacara Sebagai Tersangka Kasus LPEI Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir

Penguncian Wilayah Berakhir, Warga Melbourne Nikmati Akhir Pekan

- Apahabar.com     Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:03 WITA

Penguncian Wilayah Berakhir, Warga Melbourne Nikmati Akhir Pekan

Pengunjung makan di luar restoran pada hari kedua berakhirnya lockdown Covid-19 di Melbourne, Australia, Sabtu (23/10/2021). Foto-Reuters via Antara

pahabar.com, MELBOURNE – Warga Melbourne, Australia memenuhi jalan-jalan kota yang ramai dengan pesta spontan, musik hidup, pub, bar, dan restoran.

Hal itu setelah pemerintah mengakhiri penguncian wilayah (lockdown) Covid-19 di kota terbesar kedua Australia itu.

Melansir Antara, Melbourne, yang berpenduduk 5 juta jiwa, telah menjalani lockdown selama 262 hari atau hampir sembilan bulan sejak Maret 2020.

Kondisi tersebut mengalahkan Buenos Aires di Argentina (234 hari) sebagai kota yang paling lama dikunci akibat pandemi.

Meski hujan mengguyur pada Sabtu (23/10) pagi, masyarakat antre untuk memangkas rambut dan menikmati sarapan di restoran, yang semuanya terbuka bagi warga yang sudah divaksin penuh.

Pada Jumat (22/10) malam, orang-orang memenuhi jalan untuk merayakan pesta di tenggara Melbourne dan menikmati lagi minuman di pub bersama teman, seperti diperlihatkan dalam video di media sosial.

Meskipun wabah Delta terus menyebar, pembatasan di Victoria, di mana Melbourne berada, dilonggarkan karena tingkat vaksinasi telah mencapai 70 persen.

Negara bagian itu pada Sabtu melaporkan 1.750 kasus baru dan lima kematian akibat Covid-19.

Walau sebagian besar toko ritel masih tutup, otoritas setempat mengatakan pelonggaran berikutnya akan dilakukan setelah 80 persen warga Victoria sudah divaksin penuh, yang diperkirakan tercapai akhir pekan depan.

“Jangan kendur, mari tingkatkan kecepatan sampai 80 persen, juga 90 persen vaksinasi,” kata Jeroen Weimar, komandan tanggap Covid-19 Victoria, Sabtu.

Meski sejumlah kecil protes anti vaksin yang berujung pada kekerasan terjadi di Melbourne dan kota-kota lain tahun ini, sebagian besar warga Australia mendukung vaksinasi.

Jajak-jajak pendapat menunjukkan persentase mereka yang menentang vaksin hanya di kisaran satu digit.

Hampir 72 persen penduduk dewasa Australia kini sudah divaksin lengkap dan hampir 87 persen telah menerima setidaknya satu dosis.

Menurut strategi nasional, lockdown kemungkinan kecil akan diterapkan lagi jika 80 persen warga Australia sudah divaksin penuh.

Sydney, kota terbesar di Australia dan ibu kota negara bagian New South Wales, merayakan pembukaan kembali dua pekan lalu setelah vaksinasi mencapai 70 persen.

New South Wales pada Sabtu mencatat 332 kasus baru dan dua kematian akibat Covid-19.

Koran-koran akhir pekan dipenuhi iklan perjalanan untuk bulan-bulan mendatang, ketika perbatasan internasional mulai dibuka pada November.

Maskapai nasional Qantas Airways mempercepat rencana untuk melanjutkan penerbangan ke banyak destinasi dan menambah sejumlah pesawat untuk memenuhi “permintaan yang sangat besar”.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

AS Resmi Rilis Hasil Penyelidikan UFO, Minim Kesimpulan
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 Global: Tembus 7 Juta Positif, 400 Ribu Orang Meninggal

Internasional

Arab Saudi Tayangkan Film tentang Palestina
Booster

Internasional

Tekan Angka Kematian Juga Penularan, Suntikan Booster Diharap AS Jadi Penguat
Covid-19

Internasional

Abaikan Covid-19, Diprediksi Jutaan Warga AS Tetap Berlibur Thanksgiving
apahabar.com

Internasional

Remehkan Covid-19, Presiden Brasil Kini Tertular Virusnya

Internasional

Evakuasi Besar-besaran Pengungsi Afganistan, 9 Bayi Lahir di Pangkalan
Dokter

Internasional

Dokter Ungkap Gejala Mengerikan 3 Pasien Covid-19, Hingga Bola Mata Dicopot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com