Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Perbaiki Performa Bisnis, Erick Thohir: Garuda Harus Fokus pada Rute Domestik!

- Apahabar.com     Minggu, 24 Oktober 2021 - 23:20 WITA

Perbaiki Performa Bisnis, Erick Thohir: Garuda Harus Fokus pada Rute Domestik!

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Foto: Antara

apahabar.com, PALEMBANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menegaskan maskapai penerbangan Garuda Indonesia harus fokus menggarap pasar rute domestik untuk memperbaiki performa bisnis.

Erick mengatakan Garuda telah terjebak dalam bisnis yang tidak sehat ketika mulai menggarap rute penerbangan luar negeri.

Berdasarkan data Garuda Indonesia, diketahui penumpang tujuan domestik mendominasi sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara, jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen dengan perolehan Rp300 triliun.

“Garuda harus fokus pada domestik, saya yakin akan kembali sehat, tapi perlu waktu cukup lama,” kata Menteri Erick di Palembang, Minggu (24/10) dilansir Antara.

Untuk itu, Kementerian BUMN terus mengawal proses restrukturisasi yang sedang berlangsung di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Hanya saja dalam proses restrukturisasi itu, Erick mengaku dirinya enggan bernegosiasi terkait adanya penyalahgunaan wewenang dan korupsi.

Garuda terjerat utang menggunung hingga Rp70 triliun sehingga perusahaan menderita kerugian. Pandemi Covid-19 juga membuat kinerja keuangan Garuda Indonesia semakin babak belur.

Kementerian BUMN menyebutkan salah satu biang kerok kerugian Garuda Indonesia adalah kesepakatan harga pesawat dari perusahaan lessor.

“Negosiasi harus dikerasi terutama mengenai leasing/lessor [menyediakan armada pesawat dengan skema sewa] pesawat yang dikorupsi dan harga terlalu mahal,” kata Erick.

Oleh karena itu, Erick menilai peluang untuk berkembang menjadi perusahaan yang kuat dan sehat ada pada Pelita Air Service (PAS) yang memang selama ini fokus pada penerbangan dalam negeri.

“Pelita Air bisa dikembangkan, asal jangan ikut gaya-gayaan ke luar negeri. Karena penerbangan ke luar negeri itu bisa mengakibatkan tidak sehat dalam beroperasi,” kata Erick.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi Rupiah Melemah Tipis 0,6%
apahabar.com

Ekbis

Corona Mewabah di Mexico, Pabrik Bir Bermerk Corona Dihentikan
apahabar.com

Ekbis

Awal Maret, Harga Emas Naik Jadi Rp 810.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Penjual Sate Keluhkan Harga Ayam Naik
apahabar.com

Ekbis

Sentimen Masih Belum Membaik, Rupiah Melemah Tembus Rp 15.000 per Dolar
apahabar.com

Ekbis

IHSG Berpotensi Naik di Tengah Kekhawatiran Gelombang II Covid-19
Saham Wall Street

Ekbis

Ikut Kenaikan Saham Wall Street, IHSH Berpotensi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com