Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan Agenda Lengkap Jokowi di Kalsel, Ke Jhonlin Pakai Super Puma hingga Vaksinasi Serentak

Perebutkan 18 Emas, Pertandingan Gulat PON XX Papua 2021 Dapat Perhatian Khusus

- Apahabar.com     Kamis, 7 Oktober 2021 - 14:17 WITA

Perebutkan 18 Emas, Pertandingan Gulat PON XX Papua 2021 Dapat Perhatian Khusus

Aksi pegulat putri Kalsel, Nastrusnicu Roxana Andrea, ketika meraih emas di PON XIX Jabar 2016. Foto: Antara

apahabar.com, MERAUKE – Dipertandingkan mulai, Jumat (8/10), persaingan puluhan pegulat di PON XX Papua 2021 mendapat perhatian khusus.

Sebanyak 18 medali emas dari cabang olahraga Olimpiade ini akan diperebutkan total 106 pegulat dari 15 provinsi.

Dari 15 provinsi itu, terselip sejumlah pegulat nasional yang terakhir bertanding di Asian Games XVIII Jakarta 2018.

Pegulat-pegulat nasional itu mewakili Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Kalimantan Timur menjadi unggulan pertama, setelah beberapa kali mampu menjadi juara umum gulat di PON.

Demi merebut supremasi itu, Kaltim mengirimkan 14 atlet yang terdiri dari 9 pegulat putra dan 5 pegulat putri.

Di antara kontingen Kaltim, terselip tiga bersaudara Muhammad Aliansyah, Dewi Ulfa dan Andriansyah.

Muhammad Aliansyah dan Dewi Ulfa tercatat sudah meraih 3 emas di PON, selain tercatat sebagai atlet nasional

Kalsel sebagai pesaing terkuat Kaltim, dipastikan tidak akan menyerah, meski hanya mengirimkan 9 pegulat.

Mereka adalah Rendy Aditia Saputra, Fahriansyah, Fajrin Abdillah, Ferdinandus, Rosqa Adam Wibowo, Arbainsyah, Nastrusnicu Roxana Andrea, M Raudah dan M Seman.

Roxana Andreea dipastikan juga menjadi sorotan utama. Selain meraih emas di PON XIX Jabar 2016, pegulat wanita ini merupakan kelahiran Rumania yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia.

Menghadapi persaingan ketat yang akan tersaji, panitia penyelenggara melakukan persiapan khusus. Hal itu sekaligus berkaitan dengan peningkatan penyebaran Covid-19 di Papua.

Tercatat sudah ditemukan 40 kasus Covid-19 yang menyerang atlet, ofisial, panitia pelaksana dan wartawan, Kamis (7/10).

“Sejak persiapan pertandingan, protokol kesehatan sudah diterapkan,” papar technical delegate gulat, Yahya Madji, seperti dilansir Berita Satu.

“Seluruh pegulat, ofisial dan perangkat pertandingan wajib menjalani swab antingen sebelum bertanding. Demikian juga jajaran pelaksana pertandingan,” imbuhnya.

Terkait persiapan khusus, penonton yang masuk GOR Head Sai akan dibatasi. Mereka juga akan diberi tanda masuk harian.

“Untuk mendapatkan tanda masuk harian, penonton harus sudah divaksin dan terhubung dengan aplikasi Peduli Lindungi,” tegas Madji.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Kolombia vs Venezuela, 3 Angka Harga Mati Carlos Queiroz
apahabar.com

Sport

Hasnur Percayakan Yunan Tunjuk Asistennya di Barito
apahabar.com

Sport

Tim Mobile Legends AB Esport Wakili Kalsel di Turnamen Antarprovinsi
PSS Sleman

Sport

Hasil Piala Menpora 2021: Persebaya Surabaya dan PSS Sleman Lolos Ke Perempat Final

Sport

Hasil Liga Inggris: Saling Susul Gol, Liverpool Diimbangi Manchester City
Terkait Kompetisi, Barito Putera Sambut Positif Rencana PSSI

Sport

Terkait Kompetisi, Barito Putera Sambut Positif Rencana PSSI
apahabar.com

Sport

Target Kaltim di PON Papua, Minimal 4 Besar
apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Persib vs Barito, Djanur Optimis Curi Poin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com