Kaltim Raup Rp 19,8 M dari Pisang Kepok Gerecek di Expo Pangan Nusantara Respons Bupati Barito Timur Soal Warning Mensos Risma Terkait Banjir ‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon

Perekonomian Global, China Hadapi Tantangan Salah Urus Perusahaan

- Apahabar.com     Senin, 18 Oktober 2021 - 10:59 WITA

Perekonomian Global, China Hadapi Tantangan Salah Urus Perusahaan

Kekhawatiran telah berkembang dalam beberapa pekan terakhir atas kemungkinan runtuhnya pengembang properti China Evergrande Group. Foto: Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Perekonomian China tengah menghadapi tantangan risiko gagal bayar untuk perusahaan-perusahaan tertentu.

“Karena salah urus,” ujar Gubernur Bank Sentral China (PBOC – People’s Bank of China) Yi Gang, dilansir Antara, Minggu (17/10).

Kekhawatiran telah berkembang dalam beberapa pekan terakhir atas kemungkinan runtuhnya pengembang properti China Evergrande Group.

Perusahaan pengembang properti terbesar kedua ini memiliki kewajiban lebih dari 300 miliar dolar AS dan telah melewatkan tiga putaran pembayaran bunga pada obligasi dolarnya.

Ketika perusahaan bergulat dengan utangnya, kekhawatiran tentang kemungkinan limpahan risiko kredit dari sektor properti China ke ekonomi yang lebih luas telah meningkat.

Yi Gang mengatakan risiko gagal bayar untuk beberapa perusahaan dan kesulitan operasional bank kecil dan menengah adalah salah satu tantangan bagi ekonomi China.

“Pihak berwenang terus mengawasi sehingga mereka tidak menjadi risiko sistematis.”

Ekonomi China diperkirakan tumbuh 8,0 persen di tengah ancaman pandemi Covid-19 tahun ini.

Karenanya, bank sentral pertama-tama akan mencoba mencegah masalah di Evergrande menyebar ke perusahaan real estate lainnya untuk menghindari risiko sistematis yang lebih luas, tambahnya.

Krisis yang bergemuruh di Evergrande dan pengembang perumahan utama lainnya mendorong premi risiko pasar utang pada perusahaan-perusahaan China yang lebih lemah ke rekor tertinggi pekan lalu dan memicu putaran baru penurunan peringkat kredit.

“Kepentingan kreditur dan pemegang saham akan sepenuhnya dihormati sesuai dengan hukum,” kata Yi. “Hukum telah dengan jelas menunjukkan senioritas kewajiban,” sambungnya dalam “Seminar Perbankan Internasional Kelompok 30” yang bertepatan dengan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Bank sentral akan memberikan prioritas tertinggi pada perlindungan konsumen dan pembeli rumah, dengan tetap menghormati hak-hak kreditur dan pemegang saham.

“PBOC mengambil berbagai langkah untuk menangkis risiko keuangan, seperti menambah modal untuk bank kecil dan menengah, kata Yi Gang.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah mencatat rebound yang mengesankan dari pandemi tetapi ada tanda-tanda pemulihan kehilangan tenaga.

“Pertumbuhan ekonomi sedikit melambat, tetapi lintasan pemulihan ekonomi tetap tidak berubah,” katanya.

Mengenai pengembangan yuan digital, Yi Gang mengatakan PBOC akan fokus pada penggunaan domestik dan ritelnya karena penggunaan lintas batas dan internasional sedikit rumit terkait persyaratan atas masalah-masalah seperti pencucian uang.

“Kami akan bekerja sama erat dengan komunitas bank sentral,” katanya.

Ia menambahkan bahwa menggunakan yuan digital sebagai alat untuk mempromosikan inisiatif bukan menjadi prioritas pihaknya saat ini.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat
apahabar.com

Ekbis

Kembali Naik, Harga Emas Antam Jadi Rp 851.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus “Garang” dalam Tiga Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Stok Beras Kalsel Aman Sampai 2020
apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, PGN Salurkan Gas Bumi ke Pelanggan Industri Baru
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Kalsel: Penurunan Harga Pertamax Cs Kurang Tepat
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kaltim Januari-Agustus Capai USD 10,93 Miliar
Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri

Ekbis

Istana Tegaskan Tak Intervensi Pencopotan Direksi Asabri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com