Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Peringati 7 Tahun Pemerintahan Jokowi, Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Berbagai Kota

- Apahabar.com     Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:59 WITA

Peringati 7 Tahun Pemerintahan Jokowi, Mahasiswa Gelar Demonstrasi di Berbagai Kota

Demonstrasi mahasiswa dalam memperingati 7 tahun pemerintahan Presiden Jokowi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Memperingati 7 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, mahasiswa di sejumlah kota menggelar demonstrasi. Aksi terbesar digelar di Jakarta Pusat.

Massa yang dimotori Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) itu melakukan aksi jalan kaki dari Perpustakaan Nasional ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Massa terhenti di Patung Kuda karena adangan kepolisian. Namun, mereka tak melakukan perlawanan fisik. Mahasiswa berorasi secara bergantian di depan barikade polisi.

“Hari ini, kita di sini bukan untuk eksistensi, tapi membawa substansi yang jelas!” kata Boy, seorang perwakilan Poltekkes Tanjung Karang dalam aksi di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, dilansir CNN Indonesia, Kamis (21/10).

Mereka membacakan 12 poin tuntutan setelah tak bisa mendekat ke Istana. Salah satunya tuntutan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi serupa juga digelar di Kota Makassar. Perbedaannya, mahasiswa di Makassar memblokir Jalan Sultan Alauddin. Mereka juga menahan dua truk dan membakar ban bekas.

Koordinator lapangan aksi mahasiswa di Makassar, Razak Usman, mengkritik keberpihakan pemerintah dalam pembangunan. Ia juga menuntut Jokowi membuat sejumlah kebijakan pro rakyat.

“Kami menuntut tegakkan supremasi hukum, tolak rencana amandemen UUD, tolak Omnibuslaw, cabut UU nomor 19 tahun 2019, tolak Pilkada serentak, tolak penghapusan BBM bersubsidi dan mendesak Jokowi dalam penyelesaian penanganan Covid-19,” kata Razak, Kamis (21/10).

Sementara itu, mahasiswa di Semarang menggelar long march dari kawasan Kota Lama menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka berorasi secara bergantian sesampainya di kantor gubernur.

Beberapa isu yang diangkat mahasiswa Semarang adalah penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, omnibus law UU Cipta Kerja, dan pelemahan KPK.

“Apa hasilnya dari Jokowi selama ini? Janji-janjinya mana? Penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu tidak terdengar, omnibus law menindas rakyat, dan kini justru kita ditunjukkan dengan upaya pelemahan KPK. Mana kerja Jokowi?” ucap koordinator aksi mahasiswa Semarang Fajar Sodiq.

Di saat bersamaan, Jokowi melakukan lawatan ke Kalimantan Selatan. Ia meresmikan pabrik biodiesel, meninjau vaksinasi Covid-19, meresmikan jembatan Alalak.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kaltara Paparkan Pelestarian Hutan di Internasional
apahabar.com

Nasional

Dishub Bantul Petakan Jalur Wisata Libur Akhir Tahun
apahabar.com

Nasional

Eks Komandan NII : Waspada Potensi Teror Jelang Pilpres
apahabar.com

Nasional

Penumpang Rute Balikpapan-Jakarta Positif Corona, Batik Air: Tidak Benar
apahabar.com

Nasional

Tersisa Gorontalo Nihil Kasus Covid-19
Presiden Joko Widodo ketika menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Foto-Net

Nasional

Waspadai Ekspansi Ideologi Transnasional Radikal, Jokowi: Kokohkan Nilai-nilai Pancasila
apahabar.com

Nasional

Terlibat Pengeroyokan Anggota TNI, Simak Penjelasan HOG Siliwangi Bandung Chapter
apahabar.com

Nasional

Bagaimana Haul Guru Sekumpul Jadi Wisata Rohani Terbesar se-Asean
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com