Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor

Potret Kegembiraan dan Ketatnya Prokes Hari Pertama PTM Terbatas di SMKN Banjarmasin

- Apahabar.com     Senin, 4 Oktober 2021 - 12:16 WITA

Potret Kegembiraan dan Ketatnya Prokes Hari Pertama PTM Terbatas di SMKN Banjarmasin

Suasana hari pertama PTM terbatas di SMKN 3 Banjarmasin, Senin (4/10). Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah hampir dua tahun melakukan aktivitas dalam jaringan (daring), SMK Negeri 3 Banjarmasin akhirnya menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Diketahui, SMKN 3 Banjarmasin masuk dalam daftar 30 sekolah piloting di Kalsel yang menggelar PTM terbatas mulai Senin (4/10).

Meski bersifat terbatas, potret kegembiraan para siswa tergambar pada hari pertama PTM ini.

Pantauan apahabar.com di lokasi, satu per satu para siswa mulai berdatangan ke sekolah sebelum pukul 7.30 Wita.

Wakil Kepala SMKN 3 Banjarmasin Bidang Kurikulum, Norhalisah berkata dua hari pertama pihaknya melaksanakan pra-PTM terlebih dahulu.

“Hari ini khusus kelas 10 saja,” ucapnya.

Pada hari ini, para siswa diberi pembekalan terkait pelaksanaan PTM di tengah pandemi. Selain itu, mereka dan para guru juga melakukan kegiatan bersih-bersih ruang kelas.

Di SMKN 3 Banjarmasin, PTM dilaksanakan dengan sistem shifting. Sejumlah siswa hadir ke sekolah secara bergantian.

“Jadi setiap kelas itu hanya diisi 18 siswa. Kami ambil dari nomor absen 18 pertama yang melaksanakan tatap muka. Setelah satu pekan, giliran 18 nomor absen berikutnya yang turun ke sekolah,” jelas Norhalisah.

Dia juga menegaskan PTM terbatas ini digelar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Terlihat mulai dari masuk ke lingkungan sekolah, satu per satu siswa dilakukan skrining dengan alat pengukur suhu tubuh. Kemudian, seluruh warga sekolah tidak diperkenankan melepas masker dan berkerumun.

“Bila ada siswa atau guru nya yang sakit, maka sangat dianjurkan untuk belajar di rumah saja,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Kodim 1022/Tanah Bumbu Berikan Paket Tali Asih ke Komponen Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

20 Kali Cabuli Ponakan, Petani Tabalong Mengaku ‘Enak’
apahabar.com

Kalsel

Masjid Al Jihad Gunakan Mesin Khusus untuk Sembelih Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Melihat Perjalanan Panjang Tabalong Sukses ‘Usir’ Covid-19
apahabar.com

Kalsel

AKD DPRD Banjarmasin Akhirnya Terbentuk, Sukhrowardi ‘Dihargai’
apahabar.com

Kalsel

Smart Presensi Batola Diserang Hacker
apahabar.com

Kalsel

Rekam Jejak Sultan Suriansyah, Dibuang Ke Sungai sampai Perang Saudara
apahabar.com

Kalsel

Razia di Tanbu, Dua Pasangan Bukan Muhrim Digiring Petugas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com