RESMI! Sopir Truk Maut A Yani Banjarmasin Tersangka Tolerannya Muslim di Banjarmasin Bikin Pohon Natal Setinggi 8 Meter Sudah 2 Ibu di Tanah Bumbu Coba Akhiri Hidup, IPK Sentil Peran Pemerintah HKN Banjarmasin Dilidik Jaksa, Pencegahan Covid-19 Jangan Mengendur Catat! SMA di Kalsel Tak Libur Saat Nataru 2022

Presiden Jokowi Didesak Mundur, PDIP: Salah Minum Obat

- Apahabar.com     Jumat, 29 Oktober 2021 - 15:18 WITA

Presiden Jokowi Didesak Mundur, PDIP: Salah Minum Obat

Sejumlah demonstran mendesak Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menyebut tuntutan mahasiswa dan buruh mendesak Presiden Joko Widodo mundur sebagai hal yang menggelikan. Dalam perspektif konstitusi, Hendrawan menilai tuntutan tersebut tidak jernih.

“Dalam perspektif konstitusi, tuntutan tersebut lucu, bahkan menggelikan. Ini berarti menuntut rakyat Indonesia yang sudah memilih Presidennya secara langsung lewat pemilihan yang demokratis,” kata Hendrawan dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (29/10).

Dia menyarankan para mahasiswa bisa menggunakan energi mereka untuk melakukan kerja-kerja kerakyatan.

Hendrawan menyarankan mahasiswa dan buruh, misalnya, mempersiapkan kapasitas adaptif bagi masyarakat yang mulai memasuki hidup normal pascapandemi. Hal lain yang bisa dilakukan, sambungnya, membangun organisasi rakyat yang solid dalam gotong royong.

“Singkatnya, salah minum obat sehingga cara berpikirnya tidak jernih. Lebih baik energi berlebih yang kita miliki digunakan untuk krida-krida kerakyatan,” katanya.

Massa aksi dari kelompok buruh, mahasiswa, serta masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) sebelumnya membentangkan spanduk bertuliskan agar Jokowi mundur.

Spanduk tersebut dibawa massa dalam aksi yang mereka lakukan di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (28/10). Massa menilai Jokowi gagal menyejahterakan rakyat di tahun ketujuh atau keduanya bersama Wapres Ma’ruf Amin.

“Hari ini kita dari buruh akan menyatakan pandangan politiknya,” kata salah seorang melalui mobil komando, Kamis (28/10).

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjir Bandang

Nasional

Diguyur Hujan Lebat, Singapura Waspada Banjir Bandang

Nasional

Korban Meninggal Banjir Bandang di Batu Malang Jadi 7 Orang
apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng; Warga Panik Berlarian ke Gunung
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Baru Bela Siti Aisyah
apahabar.com

Nasional

Sejarah Ganja Masuk Indonesia
Luhut

Nasional

Banyak Orang Sulit Makan, Luhut: Bansos Harus Tepat Sasaran!
apahabar.com

Nasional

Hadiri Pelantikan Presiden, Ini Kata Sandiaga
apahabar.com

Nasional

Mandra: Pemberian THR Sudah Sebagai Tradisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com