Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Presiden Jokowi: Indonesia Berpeluang Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia

- Apahabar.com     Senin, 11 Oktober 2021 - 13:48 WITA

Presiden Jokowi: Indonesia Berpeluang Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia

Presiden Joko Widodo. Foto-Okezone.com/OJK

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia dapat menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030.

Hal itu menurut Presiden Jokowi jika pertumbuhan digitalisasi di sektor ekonomi dan keuangan dapat berjalan secara tepat dan cepat.

“Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital setelah China dan India, dan dapat membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030,” ujar Presiden Jokowi dalam OJK Virtual Innovation Day di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10) dilansir Antara.

Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan para pejabat terkait lainnya.

Saat ini, kata Presiden Jokowi, digitalisasi berkembang pesat bahkan di tengah pandemi Covid-19. Bank digital, perusahaan asuransi digital, perusahaan pembayaran elektronik (e-payment), dan layanan finansial berbasis teknologi (fintech) banyak bermunculan dan mudah dijangkau masyarakat.

Namun di tengah pesatnya digitalisasi itu, muncul berbagai penipuan dan tindak pidana keuangan lainnya yang merugikan masyarakat.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar OJK dan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga, dan mengawal perkembangan digitalisasi sektor keuangan agar dapat tumbuh secara sehat dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Momentum ini harus disambung dengan upaya untuk membangun ekosistem keuangan digital yang kuat dan berkelanjutan, ekosistem yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Ekosistem ekonomi dan keuangan digital, kata Kepala Negara, harus memiliki kebijakan untuk memitigasi risiko permasalahan hukum dan sosial yang bisa menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Pun, ekosistem digital juga harus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Sedangkan untuk menopang perekonomian nasional, pembiayaan dari industri keuangan digital dapat disalurkan untuk kegiatan ekonomi produktif, dan menyasar masyarakat yang tidak terjangkau pelayanan perbankan konvensional.

“Keuangan digital juga dapat membantu pelaku UMKM untuk melakukan lebih banyak transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membawa UMKM naik kelas dan masuk go digital,” ujar Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga meminta provider atau perusahaan keuangan digital untuk berorientasi Indonesiasentris. Artinya, bisnis dan operasi keuangan digital jangan hanya berpusat di Pulau Jawa saja, tapi juga dapat memberikan pelayanan keuangan digital hingga ke seluruh penjuru tanah air.

“Komitmen keberpihakan dan kerja keras pelaku industri keuangan digital ditunggu oleh pelaku-pelaku ekonomi, utamanya pelaku ekonomi kecil, khususnya juga UMKM untuk segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19, dan terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang baru yang bermunculan,” ujar Presiden Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

OJK Hentikan Usaha 589 Pinjaman Daring Ilegal
apahabar.com

Ekbis

Target Penerimaan Pajak Sarang Burung Walet di Banjarmasin Tak Tercapai Lagi?
apahabar.com

Ekbis

Keluhan Gubernur Kaltim Sering Didikte Bangsa Lain
apahabar.com

Ekbis

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020
apahabar.com

Ekbis

Bingung Malam Tahun Baru ke Mana, Yuk Merapat ke Roditha Banjarbaru

Ekbis

Jasa Perkapalan Sumbang Defisit Terbesar
apahabar.com

Ekbis

83 Ribu IKM Kalsel Didorong Ikut Program #BanggaBuatanIndonesia

Ekbis

Saingi Malaysia, Hipmi-ULM Kembangkan “Coklat Pasak Bumi”
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com