Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Presiden Jokowi: Kerja Sama Bidang Kesehatan Jadi Fokus Utama Hubungan ASEAN-India

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 19:43 WITA

Presiden Jokowi: Kerja Sama Bidang Kesehatan Jadi Fokus Utama Hubungan ASEAN-India

Presiden Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (28/10/2021). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pentingnya menjaga kerja sama kesehatan antara ASEAN dan India dalam menghadapi pandemi.

Menurut Presiden Jokowi, India memiliki kapasitas yang besar pada sektor kesehatan utamanya dalam bidang farmasi.

“Tidak saja dalam mengatasi pandemi COVID-19, tetapi juga untuk mempersiapkan diri kita menghadapi pandemi-pandemi yang akan datang,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, seperti dilansir Antara, Kamis (28/10).

Saat ini India merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan produk farmasi tersebar ketiga di dunia. Hal tersebut dapat menjadi modal besar untuk memperkuat kerja sama industri farmasi antara ASEAN dan India.

Sejumlah tindakan yang dapat dilakukan, antara lain diversifikasi lokasi produksi kebutuhan medis, peningkatan produksi obat dan vaksin, kerja sama riset dan pengembangan vaksin dengan teknologi terkini, dan membangun jaringan serta menjadi bagian dari pusat distribusi regional industri farmasi.

“Di tingkat global, dukungan TRIPS [Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights] Waiver di WTO harus dilakukan. Ini penting memfasilitasi akses teknologi terkini obat-obatan maupun vaksin,” kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan bahwa kerja sama dalam bidang sumber daya manusia (SDM) kesehatan juga perlu, apalagi hingga Juli 2021 India tercatat memiliki perguruan tinggi dengan jurusan kedokteran yang cukup banyak.

“Dengan pengalaman dan keunggulan SDM yang dimiliki, India dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM negara ASEAN di bidang kesehatan,” ungkap Presiden Jokowi.

Dikatakan pula bahwa program 1.000 PhD yang dicanangkan oleh India dapat diprioritaskan pada bidang bioscience (biosains) dan biotechnology (bioteknologi).

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta agar program magang dan penelitian di perusahaan bidang kesehatan di India dapat terbuka lebar.

“Fasilitasi magang dan penelitian pada perusahaan bidang kesehatan di India agar dibuka seluas-luasnya bagi negara ASEAN,” kata Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Emas

Nasional

Turun Tipis, Segini Harga Emas Antam Rabu 23 Juni 20
apahabar.com

Nasional

Rawat Wanita 350 Kg, Gunakan Tempat Tidur Beralas Brankas Baja
apahabar.com

Nasional

BW Tak Hadiri Sidang Keempat Sengketa Pilpres
Musisi Iwan Fals

Nasional

Tanggapi Kasus Korupsi Kemensos, Iwan Fals: Brengsek, Pandemi Gini Kok Tega
apahabar.com

Nasional

Pemohon Sengketa Hasil Pemilu Bertambah
Nanggala-402

Nasional

Melalui Kemenhan, Priamanaya Energy Serahkan Bantuan untuk Keluarga Awak Nanggala-402
apahabar.com

Nasional

Naik MRT Bareng, Jokowi dan Prabowo Pamer Kemesraan
Banjir Bandang

Nasional

19 Provinsi Berpotensi Banjir Bandang, Kalsel Termasuk
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com