Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Presiden Jokowi: Smelter Freeport di Gresik Buka 40 Ribu Lapangan Kerja

- Apahabar.com     Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:06 WITA

Presiden Jokowi: Smelter Freeport di Gresik Buka 40 Ribu Lapangan Kerja

Tangkapan Layar - Presiden Joko Widodo saat groundbreaking smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (12/10). Foto-Antara/Indra Arief

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pembangunan instalasi pemurnian dan pengolahan (smelter) tembaga PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, akan menyerap hingga 40 ribu tenaga kerja.

“Tadi disampaikan Pak Menteri, dalam masa konstruksi saja akan ada 40 ribu tenaga kerja, yang bisa bekerja. Artinya yang terbuka lapangan kerja akan banyak sekali di Kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur,” kata Presiden Jokowi saat groundbreaking di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Selasa (12/10).

Presiden Jokowi mengatakan jumlah lapangan kerja yang terbuka di Jawa Timur (Jatim) akan semakin besar, jika pembangunan smelter telah selesai dan siap dioperasikan.

Presiden Jokowi mengatakan pembukaan lapangan kerja dari aktivitas industri merupakan salah satu tujuan penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Terbukanya lapangan kerja adalah salah satu nilai tambah yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya alam. Dampak pembukaan lapangan kerja juga bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar yaitu peningkatan pendapatan.

“Ini goal yang penting bagi rakyat,” ujar Presiden Jokowi.

Karena itu, Presiden Jokowi mendorong setiap industri yang bergerak di pertambangan dan minerba untuk melakukan hilirisasi.

Proses hilirisasi juga akan mendorong industri dalam negeri untuk lebih mandiri dan berkembang, karena tidak tergantung dengan kegiatan pengolahan tambang di negara lain.

Presiden Jokoei menjelaskan Smelter Freeport di Gresik ini mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dengan kapasitas itu, smelter yang dibangun dengan desain single line ini juga disebut sebagai smelter terbesar di dunia.

“Bisa bayangkan 1,7 juta ton. Itu kalau dinaikkan ke truk, yang kecil itu, biasanya mengangkut 3-4 ton, berarti berapa truk yang akan berjejer di sini? Kalau [setiap truk] isinya 3 ton saja, itu berarti ada 600 ribu yang berjejer di sini. Bayangkan, ini gede [besar] sekali,” jelas Presiden Jokowi.

Turut hadir dalam peresmian itu Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan para pejabat terkait.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sebar Hadiah dan Paket Khusus 4G
Traveler

Ekbis

Dear Traveler: Shafwah Holiday Tawarkan Wisata Syariah Muslim Halal Tour
Rupiah

Ekbis

Jadi Runner-Up Asia, Rupiah Berjaya
apahabar.com

Ekbis

Perusahaan Makassar di Nunukan Ekspor 40 Ton Rumput Laut ke Korsel
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Gelombang Ke-2 Covid-19, Bursa Saham Tokyo Ditutup Turun

Ekbis

Rupiah Perkasa ke Rp14.250 Bersama Mata Uang Kawasan Asia
apahabar.com

Ekbis

Tunggu The Fed, Rupiah Melemah Tipis 0,07 Persen
apahabar.com

Ekbis

Ekspansi ke Luar Negeri, Pertamina Ekspor Perdana 4 Ribu Barel SF-05 ke Algeria
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com