Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Puluhan Korban Banjir di Kabupaten PPU Terpaksa Mengungsi

- Apahabar.com     Minggu, 10 Oktober 2021 - 23:27 WITA

Puluhan Korban Banjir di Kabupaten PPU Terpaksa Mengungsi

Tim gabungan saat mengevakuasi dua manula korban banjir di Desa Sumber Sari, Kabupaten PPU, Minggu (10/10). Foto-Antara

apahabar.com, BABULU – Puluhan warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang menjadi korban banjir sejak Sabtu, 9 Oktober, telah mengungsi ke sejumlah lokasi aman.

“Ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat mengungsi bagi warga korban banjir, namun yang paling banyak mengungsi ke Gedung Serba Guna Desa Sumber Sari,” ujar Sekretaris Desa Sumber Sari Arif Suryawan di Babulu seperti dilansir Antara, Ahad (10/10).

Tercatat sebanyak 77 warga yang mengungsi tersebut berasal dari 21 kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan RT, yakni RT 03, 08, 09, 10, 11, 12, 13, dan RT 14.

Menurutnya, jumlah warga yang mengungsi bertambah dalam dua hari ini, yakni kemarin hanya ada 17 jiwa yang mengungsi, malam tadi menjadi 43 pengungsi, dan hari ini menjadi 77 pengungsi karena rumah mereka kemasukan banjir hingga 20 cm.

Jumlah pengungsi di Gedung Serba Guna 12 KK dengan 44 jiwa, kemudian terdapat 1 KK dengan 3 jiwa yang mengungsi ke RT 16, desa setempat yang tidak terdampak banjir.

“Berikutnya ada 1 KK dengan 5 jiwa mengungsi ke Puskesmas Pembantu setempat, 1 KK dengan 5 jiwa mengungsi ke Desa Babulu Darat, 2 KK dengan 7 jiwa mengungsi ke kawasan Tambong,” kata Arif.

Kemudian terdapat 2 KK dengan 7 jiwa mengungsi ke RT 07 desa setempat, yakni kawasan yang tidak terdampak banjir, ada pula 1 KK dengan 4 jiwa yang mengungsi ke rumah keluarga di RT 08 desa setempat.

Selain menggenangi pemukiman, banjir juga menggenangi area persawahan desa setempat, yakni ada sekitar 600 hektare yang terendam air, namun tanaman padi sudah selesai dipanen.

“Meski demikian, di kawasan itu ada sekitar 50 hektare lahan pertanian yang masih produktif dengan tanaman selain padi, seperti buah semangka, sayur mayur, dan cabe, sehingga dipastikan sejumlah tanaman tersebut gagal panen,” katanya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Senpi

Kaltim

Belajar dari Youtube Rakit Senjata, Pria di Kukar Diamankan Polisi
Cabul

Kaltim

Korban Kakek Cabul di Balikpapan Bertambah, Terungkap Payudara Empat Anak Lain Juga Diremas

Kaltim

Respons Panggilan Darurat Hanya 10 Menit, Polresta Balikpapan Ujicoba Layanan 110
Residivis

Kaltim

Baru Keluar 6 Bulan, Residivis Curanmor di Balikpapan Masuk Bui Ketiga Kalinya

Kaltim

Operasi Patuh Mahakam 2021 Dimulai, Ini Sasarannya
Vaksinasi Pelajar di Balikpapan

Kaltim

Masuk Daerah Epicentrum, BIN Kaltim Kembali Gelar Vaksinasi Pelajar di Balikpapan

Kaltim

Terseret Arus, Pelajar di Balikpapan Ditemukan Meninggal

Kaltim

Wow, Ternyata Lapak Liar Area Pasar Pandansari Ditarif Rp500 Ribu per Bulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com