Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Puluhan Ribu Vaksin Impor dari Swiss Mendarat di Balikpapan

- Apahabar.com     Kamis, 21 Oktober 2021 - 22:24 WITA

Puluhan Ribu Vaksin Impor dari Swiss Mendarat di Balikpapan

27.495 vial vaksin impor tiba di Balikpapan. Foto-apahabar.com / Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 27.495 vial vaksin yang diimpor dari Swiss tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur pada Kamis malam (21/10) di Bandara SAMS Sepinggan.

Vaksin tersebut langsung dipindahkan sementara ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) PT Birotika Semesta (DHL) untuk kemudian dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim pada Jumat besok.

Kepala Bea dan Cukai Balikpapan, Firman Sane Hanafiah mengatakan vaksin tersebut diberangkatkan dari Swiss sejak Selasa (19/10) menggunakan maskapai My Indo Airlines.

Vaksin sempat mendarat terlebih dahulu di Singapura lalu kemudian lenjut ke bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

“Di Indonesia mungkin bukan yang pertama vaksin impor, tapi ini kali pertama di Kalimantan dalam rangka percepatan vaksinasi di Indonesia,” ujarnya di hadapan awak media.

Firman mengatakan pihaknya turut serta dalam membantu penanganan dan percepatan vaksinasi yakni memberikan fasilitas serta pelayanan segera (rush handling) bagi importasi vaksin ini. Termasuk pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN.

“Impor vaksin ini juga diberikan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk, tidak dipungut PPN atau PPnBM, dibebaskan dari pungutan PPh pasal 22,” ungkapnya.

Vaksin tersebut harus segera dibawa ke Dinas Provinsi Kaltim, sebab kalau tidak pabrik pemilik vaksin akan mendapat alarm tanda melewati batas yang ditentukan yakni tujuh hari.

“Ini masih dikemas, tidak bisa dibuka karena ada prosedur dan protokoler penanganan kondisi suhu. Maksimal tujuh hari harus tiba, sebab kalau suhu sudah turun dibawah batas suhu normal itu ada alert di kepabrikannya. Jadi memang udah canggih, kami pun nggak berani buka,” jelasnya.

Firman berharap kedatangan vaksin tersebut dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi sehingga tercapainya herd immunity di Kaltim khususnya di Balikpapan.

“Kami berharap pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dapat lebih cepat dan merata, khususnya bagi penanganan pandemi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

KRI Nanggala 402

Kaltim

Usai Minta Maaf, Penghina KRI Nanggala 402 dari Balikpapan Proses Restorative Justice
apahabar.com

Kaltim

Di Kaltim, Jokowi Yakin Cerita Manis Terulang
Sertifikat Vaksin Palsu

Kaltim

Cegah Penggunaan Sertifikat Vaksin Palsu, KKP Balikpapan Terapkan Pemeriksaan Digital
apahabar.com

Kaltim

Pandemi Berlalu, Bupati Mahulu: Budaya Lokal Pasti Kembali

Kaltim

Hasil Undercover, Jaringan Spesialis Curanmor di Balikpapan Masuk Perangkap
apahabar.com

Kaltim

Penajam Agendakan Tes Urine Dadakan Seluruh Pegawai

Kaltim

Wow, Ternyata Lapak Liar Area Pasar Pandansari Ditarif Rp500 Ribu per Bulan
apahabar.com

Kaltim

Bantuan Warga Terdampak Covid-19 di Penajam Ditambah Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com