Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen Korupsi Bupati HSU: KPK Periksa 2 Saksi Siang Ini

Puluhan Ternak Sapi di Kapuas Juga Mati Mendadak

- Apahabar.com     Selasa, 26 Oktober 2021 - 00:49 WITA

Puluhan Ternak Sapi di Kapuas Juga Mati Mendadak

FOTO: Petugas memeriksa ternak sapi warga Kapuas. Foto-apahabar.com/Istimewa.

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Selain ternak babi, puluhan ternak sapi di Kabupaten Kapuas, Kalteng, juga dilaporkan mati mendadak.

“Kami juga menerima laporan bahwa ada sekitar 70 ekor ternak sapi yang mati mendadak,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kapuas, Darius Bada di Kuala Kapuas, Senin (25/10).

Kematian sapi secara mendadak tersebut terjadi di peternakan milik salah satu perusahaan di Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.

“Itu perternakan sapi milik perusahaan karena terintegrasi sapi sawit. Tapi laporannya hanya disitu saja, kalau ditempat lain tidak ada ternak sapi yang mati,” ujar Darius.

Menurut Darius, kematian ternak sapi secara mendadak tersebut diduga disebabkan serangan virus BVD dan virus jembrana pada sapi bali.

“Sapi bali memang sangat rentan terhadap infeksi penyakit jembrana atau yang biasa dikenal dengan penyakit keringat darah,” ujar Darius.

“Kami sudah sampaikan imbauan kepada peternak di perusahaan itu agar sementara sapinya tidak dikeluarkan dulu, karena bisa menular di tempat yang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kapuas, drh Anik Ariswandani mengatakan, gejala penyakit jembrana pada ternak sapi diantaranya adalah sapi tidak mau makan.

“Kemudian ada semacam bintik-bintk bercak darah di badan sapi. Kalau di manusia itu mirip penyakit demam berdarah dan penularannya lewat nyamuk dan lalat,” katanya.

Sedangkan penularan virus BVD (Bovine Viral Diarrhea), melalui ekskresi/ leleran dari tubuh maupun sekresi atau kotoran hewan yang mengandung virus.

“Pencegahannya diantaranya adalah membersihkan kandang dan lingkungannya setiap hari. Kemudian menyemprot kandang dengan anti serangga secara berkala,” pungkas Anik.

Puluhan Babi di Kapuas Mati Mendadak, Diduga Terpapar Virus Demam Afrika

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Kalteng Miliki 7 Alat Tes Swab PCR, 2 dari Presiden
Kabar Penculikan Murid SDN 02 Madurejo Kobar Meresahkan

Kalteng

Kabar Penculikan Murid SDN 02 Madurejo Kobar Meresahkan
apahabar.com

Kalteng

Pilkades di Barut Memanas, Pendukung Petahana Geruduk Kantor DPRD
Pasien Covid

Kalteng

GEGER! Pasien Covid Puruk Cahu Terjun dari Lantai 5 RSUD Teweh
apahabar.com

Kalteng

Rutan Kelas IIB Kapuas Kalteng Segera Gelar Bazar Hasil Produksi Warga Binaan

Kalteng

BPOM Palangka Raya Terus Awasi Jajanan Takjil
apahabar.com

Kalteng

Kalteng Lacak Komunitas 2 Pasien Positif Corona
Rumah Potong

Kalteng

Iduladha, Rumah Potong Hewan Kapuas Kebanjiran Order
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com