Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa

Gabungan aliansi di Kotabaru kembali protes buntut realisasi kompensasi tambang PT Sebuku Tanjung Coal (STC) senilai Rp700 miliar yang..
- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:59 WITA

Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa

Sekda Kotabaru, Said Akhmad geram dengan macetnya realisasi kompensasi Sebuku. apahabar.com/Duki

apahabar.com, KOTABARU – Gabungan aliansi di Kotabaru kembali protes buntut realisasi kompensasi tambang PT Sebuku Tanjung Coal (STC) senilai Rp700 miliar yang macet.

Protes itu pun kencang disuarakan oleh gabungan aliansi, sejumlah anggota dewan, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa di hadapan Sekda Kotabaru, Said Akhmad, sekaligus ketua tim kompensasi, Rabu (27/10).

“Kami beri peringatan, jika dalam waktu satu minggu ke depan tidak ada kejelasan, maka jangan salahkan kami turunkan massa sebanyak mungkin,” tegas Wahyu Setiaji, dari aliansi kawal kompensasi tambang Pulau Laut.

Wahyu bilang berdasarkan informasi dari pihak Pemda Kotabaru, perusahaan tidak serius merealisasikan kompensasi tambang yang telah disepakati bersama.

“Intinya, kami bersama gabungan aliansi di Kotabaru untuk mengawal percepatan realisasi kompensasi tambang ini,” pungkasnya.

Sementara Said Akhmad mengakui berkenaan dengan realisasi kompensasi tambang PT STC, atau Sebuku Group terdapat keterlambatan selama tiga bulan sesuai kesepakatan.

Padahal, menurut Said perencanaan realisasi proyek kompensasi tambang telah dibuat Pemda dan kewajiban perusahaan yang melaksanakannya.

Berkenaan dengan keterlambatan, Pemda Kotabaru telah beberapa kali menyurati pihak STC. Sebab, kesepakatan kompensasi tambang ditandatangani bupati, dan manajer STC.

“Nah, ini sebenarnya pengkhianatan terhadap kesepakatan. Kalau dari segi hukum ini wanprestasi namanya,” ucap Said, kepada wartawan, Rabu (27/10) sore.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laskar Bamega, Tri Wahyudi Warman menambahkan jika dalam kesepakatan tercantum batas waktu realisasi kompensasi tambang, maka bisa disebut wanprestasi.

“Kita tidak mengikuti dari awal, ya proses kompensasi tambang ini. Akan tetapi, melihat unsur-unsur yang disampaikan Pemda Kotabaru, dan gabungan aliansi, mereka (STC) sepertinya menunda-nunda kewajiban,” ungkap Tri.

“Nah, jika terdapat batas waktu dalam kesepakatan, maka disebut wanprestasi, dan dapat dilajukan tindakan hukum. Masyarakat Kotabaru bisa melakukan gugatan class action,” pungkasnya.

Sebelumnya, proyek perdana kompensasi tambang sendiri telah dimulai di kawasan Jalan Goa Lowo, Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, 16 September lalu.

Proyek pembangunan jalan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekda Kotabaru, Said Akhmad, Ketua DPRD Syairi Mukhlis, pimpinan manajemen Head Office PT STC, David Sebastian, unsur Muspika, serta para undangan lainnya.

Selain itu, tampak hadir pula Ketua BUMDes Pesona Rejo Jaya, Gus Tri Widodo, beserta anggotanya.

Kala itu, David Sebastian mengatakan proyek pembangunan jalan tersebut merupakan tindaklanjut dari perencanaan disusun, dan disepakati oleh Pemda Kotabaru.

Pembangunan akses jalan sebagai bentuk bentuk komitmen kompensasi PT STC untuk percepatan akses pembangunan daerah, demi kemajuan Kotabaru.

Ruas akses jalan di wisata Goa Lowo dibangun dengan dana kompensasi tambang senilai Rp9 miliar untuk dua titik.

Pertama, jalan Goa Lowo Tegalrejo, sepanjang 3.200 meter, serta Jalan di Desa Mandala, Kelumpang Hilir 3.300 meter. Sehingga totalnya, sepanjang 6,5 kilometer.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDIP Kalsel

Kalsel

Siapkan Pemimpin-pemimpin Muda, PDIP Kalsel Gelar Pelatihan Kader Pratama
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Pasar Terapung Lok Baintan Sungai Tabuk Jadi Target Gebrak Masker
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilkada 2020, Sahbirin-Muhidin Kian Mesra
apahabar.com

Kalsel

Hindari Kejenuhan OTG, Batola Minta Efektivitas Pemeriksaan Swab
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel: Tiga Daerah Berpotensi Gelar Pemungutan Suara Ulang
apahabar.com

Kalsel

Swab Keluar, PDP Kabur di Banjarbaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Karhutla, Polsek Bati Bati Rutin Sosialisasi Karhutla
apahabar.com

Kalsel

10 Kapolsek Tanah Bumbu yang Baru Resmi Dilantik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com