Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Revitalisasi Sastra Lisan Banjar, Beda Bapandung dan Basyair

- Apahabar.com     Jumat, 29 Oktober 2021 - 19:37 WITA

Revitalisasi Sastra Lisan Banjar, Beda Bapandung dan Basyair

Bintek perlindungan sastra lisan Basyair se Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa waktu lalu. Foto-Balai Bahasa Kalsel.

apahabar.com, JAKARTA – Balai Bahasa Kalimantan Selatan (Kalsel) merevitalisasi sastra lisan Banjar, berupa Bapandung dan Basyair. Memiliki kemiripan, namun ternyata punya perbedaan.

“Bapandung adalah sastra lisan Banjar bercerita yang biasanya diadakan sebagai hiburan. Bapandung ini mirip dengan monolog, tetapi ada perbedaan yang cukup kuat antara keduanya,” ujar Kepala Balai Bahasa Kalsel, Muhammad Lutfi Baihaqi, dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir Antara, Jumat (29/10).

Dia menambahkan Bapandung merupakan monolog yang tidak hanya bercerita biasa, tetapi juga mempertunjukkan tiga hal. Yakni mempertunjukkan busana tokoh, yang selalu berganti sesuai pergantian karakter; Si pamandungan harus merubah cara bicara dan tingkah laku sesuai perubahan karakter, dan adanya konflik tertentu.

Sedangkan Basyair adalah sastra lisan membaca syair dalam bahasa Banjar. Pada masa dulu, Basyair adalah hiburan setelah masa panen, syair dibaca sebagai penghilang penat. Syair juga biasa digunakan sebagai nasihat pada acara keagamaan atau pada acara perkawinan.

“Dewasa ini, syair sebagai tontonan mulai kurang diminati masyarakat karena masyarakat modern lebih memilih tontonan seperti sinetron, film dan lain-lain,” terang dia.

“Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab dalam upaya pelindungan dan pelestarian sastra lisan di daerah, pada tahun ini kami melakukan revitalisasi sastra lisan Bapandung dan Bimbingan Teknis Pelindungan Sastra Lisan Basyair,” terang Lutfi.

Dia menjelaskan program itu bertujuan melestarikan dan melindungi sastra lisan, mengenalkan sastra lisan bapandung dan basyair kepada generasi muda, meningkatnya penutur atau pendukung sastra lisan Bapandung dan Basyair, dan meningkatnya pelaku seni sastra lisan itu.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bambangin Hanya Gusti, Bukan Yang Lain  
Remisi Hari Kemerdekaan,

Kalsel

Hore! Ribuan Narapidana di Kalsel Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 180 Langsung Bebas
apahabar.com

Kalsel

Pandemi Picu Peningkatan Kehamilan di Batola
apahabar.com

Kalsel

Nestapa Bocah di Banjarmasin: Diajari Jadi Budak Seks Sejak 14 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Pasar Ikan di Tanbu Disemprot Desinfektan Antisipasi Covid-19
Apahabar.com

Kalsel

Dinas PUPR Tabalong Launching 8 Aplikasi Pelayanan Daring
PPKM Banjarmasin

Kalsel

Sepekan PPKM Mikro, Duh Zona Merah Banjarmasin Malah Bertambah!
Kalsel

Kalsel

IWD 2021: Seruan Tolak Kekerasan Seksual di Banjarmasin Bergaung! 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com