Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Rupiah Hari Ini, Berpotensi Menguat Efek Obligasi AS

- Apahabar.com     Rabu, 13 Oktober 2021 - 12:00 WITA

Rupiah Hari Ini, Berpotensi Menguat Efek Obligasi AS

Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Rabu (13/10), berpeluang menguat. Sebab imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat menurun.

Pada pukul 9.40 WIB, meminjam laporan Antara, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.215 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.218 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa menguat terbatas hari ini menyusul terkoreksinya yield obligasi pemerintah AS. Yield tenor 10 tahun terkoreksi ke bawah level 1,6 persen di 1,57 persen,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra, Rabu (13/10).

Menurut Ariston, penguatan rupiah juga masih mendapatkan dukungan dari kenaikan harga komoditas terutama tambang yang bisa meningkatkan surplus perdagangan Indonesia.

Namun di sisi lain, lanjutnya, pasar masih mewaspadai ancaman pelambatan ekonomi global karena kenaikan harga dan tersendatnya suplai energi, serta kebijakan tapering AS yang mungkin akan diberlakukan pada November.

“Isu-isu tersebut mendorong pasar keluar dari aset berisiko dan bisa membatasi penguatan rupiah,” ujar Ariston.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian Covid-19 pada Selasa (12/10) mencapai 1.261 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 4,23 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 47 kasus sehingga totalnya mencapai 142.763 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.130 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 21.625 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 101,36 juta orang dan vaksin dosis kedua 58,41 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.200 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.230 per dolar AS.

Pada Selasa (12/10), rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.218 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.208 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarbaru Elpiji

Ekbis

Gejolak Harga Elpiji di Banjarbaru, Gas Subsidi Tembus Rp55 Ribu!
apahabar.com

Ekbis

Vaksin Covid-19 Diprediksi Mampu Pulihkan Investasi
apahabar.com

Ekbis

Tunjang PSBB Banjarmasin, Perum Divre Bulog Kalsel Jamin Pangan Terkendali
Banjarbaru

Ekbis

Tarif PCR Dekati Harga Tiket, Bandara Syamsudin Noor Lengang
Emas

Ekbis

Harga Emas Antam Hari Ini, Macet di Rp 932 Ribu
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat, Efek Stimulus Jumbo AS

Ekbis

Jelang Akhir Pemilihan Presiden AS, Harga Minyak Naik Hampir 3 Persen
apahabar.com

Ekbis

Jakarta PSBB Lagi, DPR Ingatkan Tetap Jaga Stabilitas Sistem Keuangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com