Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

Saham Big Tech Bangkit Kembali, Wall Street Naik Tajam

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 07:41 WITA

Saham Big Tech Bangkit Kembali, Wall Street Naik Tajam

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. Foto: Reuters

apahabar.com, NEW YORK – Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Selasa (5/10) atau Rabu pagi WIB, karena Microsoft dan Apple mempelopori rebound kuat dalam saham-saham pertumbuhan.

Kenaikan tajam Wall Street saat para investor menunggu data penggajian bulanan akhir pekan ini yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve (Fed) AS tentang kapan harus mengurangi stimulus moneter.

Melansir Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 311,75 poin atau 0,92 persen, menjadi menetap di 34.314,67 poin.

Indeks S&P 500 bertambah 45,26 poin atau 1,05 persen, menjadi berakhir di 4.345,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 178,35 poin atau 1,25 persen, menjadi 14.433,83 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa keuangan dan komunikasi masing-masing meningkat 1,78 persen dan 1,59 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor real estat dan utilitas memimpin penurunan.

Indeks S&P 500 telah turun lebih dari 3,0 persen dari rekor penutupan tertinggi pada 2 September. Namun, sekitar setengah dari komponen indeks telah turun 10 persen atau lebih dari tertinggi 52-minggu mereka.

Apple, Microsoft, Amazon dan Alphabet, perusahaan paling berharga di Wall Street, masing-masing naik lebih dari 1,0 persen menyusul aksi jual saham-saham pertumbuhan sehari sebelumnya.

Facebook Inc rebound 2,1 persen sehari setelah terpukul ketika aplikasi dan platform berbagi fotonya Instagram dan WhatsApp tak dapat diakses selama berjam-jam oleh ratusan juta penggunanya di seluruh dunia.

S&P 500 mencatat hari keempat berturut-turut dari pergerakan 1,0 persen di kedua arah. Terakhir kali indeks melihat banyak volatilitas adalah pada November 2020, ketika naik atau turun 1,0 persen atau lebih selama tujuh sesi berturut-turut.

“Kami membeli saat penurunan, tetapi penurunannya tidak 10 persen lagi. Penurunannya sekarang 2,0 persen atau 4,0 persen,” kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma. “Orang-orang dilatih seperti anjing Pavlov untuk membeli saat turun, yang memperkuat semua ini.”

Saham teknologi dan saham dengan pertumbuhan tinggi lainnya terpukul pada Senin (4/10/2021) karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi di tengah kekhawatiran tentang potensi gagal bayar utang pemerintah AS.

Senat akan memberikan suara pada Rabu waktu setempat pada langkah yang didukung Demokrat untuk menangguhkan plafon utang AS, seorang anggota parlemen utama mengatakan pada Selasa (5/10/2021), saat partisan di Kongres nyerempet bahaya berisiko gagal bayar utang federal yang dapat melumpuhkan secara ekonomi.

Investor akan mengamati data ketenagakerjaan September pada Jumat (8/10/2021) untuk petunjuk tentang pengurangan program pembelian aset Fed AS.

Menambah kekhawatiran The Fed dapat memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diharapkan, data terbaru menunjukkan peningkatan belanja konsumen, percepatan aktivitas pabrik dan inflasi yang meningkat.

Data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks aktivitas non-manufaktur AS naik tipis ke angka 61,9 bulan lalu dari 61,7 pada Agustus.

Indeks S&P 500 telah turun lebih dari 3,0 persen dari rekor penutupan tertinggi pada 2 September. Namun, sekitar setengah dari komponen indeks telah turun 10 persen atau lebih dari tertinggi 52-minggu mereka.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

emas antam

Ekbis

Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Menguat 0,28%
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Perkembangan Paket Stimulus Fiskal AS, Rupiah Bergerak Melemah
apahabar.com

Ekbis

Bagasi Pesawat Berbayar, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Turun
apahabar.com

Ekbis

Arus Peti Kemas Turun, Pelindo III Banjarmasin Bantah Imbas Covid-19

Ekbis

2030, PLN Optimistis Kurangi Emisi Karbon 100 Juta Metrik Ton
apahabar.com

Ekbis

Lenovo Kenalkan Laptop Yoga C930  di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com