Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan

Sanksi Berat Ancam Ibu Tiri Pembunuh Balita di Banjarmasin

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 19:14 WITA

Sanksi Berat Ancam Ibu Tiri Pembunuh Balita di Banjarmasin

Kasus penganiayaan seorang bocah asal Kuripan di Mapolresta Banjarmasin. Polisi telah menetapkan ibu tiri korban sebagai tersangka. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi Rizki

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang perkara dugaan pembunuhan balita berusia 4 tahun berinisial NMA di Banjarmasin bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Kamis pekan lalu, dakwaan DL (21) dibacakan jaksa penuntut. DL didakwa karena diduga telah menganiaya anak tirinya sendiri, NMA, hingga tewas.

Sebelumnya, DL ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Ia diduga kuat sebagai orang yang membuat NMA meninggal. Kematian NMA dinilai tak wajar. Awalnya balita itu dinyatakan meninggal lantaran jatuh dari sepeda saat diasuh DL. Namuan hasil autopsi berkata lain.

Polisi menyimpulkan kalau NMA meninggal lantaran dianiaya dengan benda tumpul yang diduga dilakukan oleh DL lantaran sakit hati.

DL dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara atau denda Rp3 miliar.

Kendati begitu, DL bisa dihukum lebih berat dari ketentuan itu. Lalu apa alasannya?

Kepala Subseksi Penuntut Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji menyampaikan alasnya.

Di Pasal 80 ayat 4 undang-undang perlindungan anak diatur bahwa, hukuman bisa ditambah sepertiga dari ketentuan apabila yang melakukan adalah wali atau orang tuanya korban.

“Artinya bisa lebih. Alasanya karena ia orang yang diserahkan tanggung jawab untuk melindungi anak itu,” jelas Radityo, Rabu (6/10).

Radityo yang juga sebagai jaksa penuntut bilang, besok Kamis (7/10) sidang lanjutan perkara ini digelar dengan agenda pembacaan eksepsi (pembelaan) dari terdakwa.

“Sidang berikutnya Kamis ini (7/10) agenda eksepsi, yang bersangkutan pakai penasihat hukum,” pungakas Radityo.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kecelakaan Maut di Batola: Diduga Lalai, Nyawa Melayang
Duit Sembako

Kalsel

Sidang Duit Sembako Ketua Kadin Kalsel, Penyidik Urai Perkara
apahabar.com

Kalsel

Maju Pilgub Kalsel, Khairul Saleh Mantap di Jalur Independen?
apahabar.com

Kalsel

Arutmin Gelar Donor Darah di Islamic Center Kotabaru
Bupati HST

Kalsel

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati HST Terpilih Tunggu Ketetapan Kemendagri
apahabar.com

Kalsel

Belasan Lurah dan 5 Camat Banjarbaru Liburan ke LN, Begini Penjelasan Kabag Tapem Kota
apahabar.com

Kalsel

Hari Armada, apahabar.com Sabet Penghargaan Media Online Ter-update
Basit

Kalsel

Diungkap Camat, Basit Ternyata Warga Semangat Dalam Handil Bakti!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com