Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Segera Rilis “Mahadang Ading”, Primitive Monkey Noose Akan Bikin Kejutan

- Apahabar.com     Minggu, 3 Oktober 2021 - 10:21 WITA

Segera Rilis “Mahadang Ading”, Primitive Monkey Noose Akan Bikin Kejutan

Tangkapan layar unggahan Primitive Monkey Noose di Instagram yang memperlihatkan alat musik panting. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Primitive Monkey Noose, band tradisional punk asal Batulicin, Kalimantan Selatan, akan membuat kejutan yang akan diungkap dalam waktu dekat.

Tapi vokalis Primitive Monkey Noose, Richie Petroza, belum mau membocorkan kejutan yang dimaksud.

“Nanti pada saatnya kita akan beritahu. Segera!” ucapnya kepada apahabar.com, Minggu (3/10).

Meski tak punya target muluk-muluk, tetapi Richie yakin Primitive Monkey Noose akan menghasilkan karya yang dapat menginspirasi masyarakat.

Primitive Monkey Noose yang beranggotakan Richie (vokal, guitalele), Juli (Drum), Denny (Bass), Ovecx (Gitar) dan B.C.L (Panting), mengusung musik yang konseptual. Mereka memadukan punk dengan musik tradisional.

Dalam lagu Mahadang Ading, mereka memainkan alat musik panting. Tak sekadar menjadi tempelan, panting dijadikan layaknya instrumen utama yang sangat menonjol di sepanjang lagu. Membuatnya bersahut-sahutan dengan distorsi gitar yang gahar.

Belum lama ini, Primitive Monkey Noose meminta izin kepada keponakan Fadly Zour, Dwi Erminasari, di Pagatan, untuk mengcover Mahadang Ading.

Richie menjelaskan alasan band-nya mengcover lagu Mahadang Ading. Dia menyebut karena lagu itu belum terlalu banyak dikenal masyarakat. Berbeda dengan lagu ciptaan Fadly Zour lainnya seperti “Pambatangan”. Dia juga merasa bangga karena lagu itu diciptakan oleh orang Tanah Bumbu.

Fadly Zour merupakan pencipta lagu kelahiran Kotabaru, 12 Desember 1939. Fadly Zour dikenal karena lagu Pambatangan yang sangat fenomenal bagi masyarakat Banjar.

Salah satu pengaruh terbesar Fadly Zour adalah Anang Ardiansyah. Semasa hidupnya, dia pernah mengaku sangat terinspirasi dari pencipta lagu Paris Barantai itu. Fadly Zour wafat pada usia 80 tahun pada 2019 lalu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Musik

Karyanya Ramai Diperbincangkan Netizen, Wajah Mr Headbox Masih Misteri
Kakek Iwan Fals

Musik

Nih! Respons Iwan Fals Soal Abdee Slank Jabat Komisaris Telkom
apahabar.com

Musik

Aksi Fingerstyle Alip Ba Ta Pukau Dunia, Mainkan Gitar Sambil Selesaikan Rubik
apahabar.com

Musik

iKON dan BTS Raih Daesang, Berikut Pemenang GDA 2019
apahabar.com

Musik

Hadirkan Momen Nostalgia, Once Gelar Konser Bersama Dewa 19
apahabar.com

Musik

Taylor Swift Samai Rekor Whitney Houston, The Beatles Masih Jadi Raja Billboard
Via Vallen

Musik

Keren, Via Vallen Nyanyikan OST Disney’s Raya and The Last Dragon
apahabar.com

Musik

Cantiknya Bebi Silvana, Calon Istri Baru Opick
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com