Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Sejak 2018, 3.516 Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir

- Apahabar.com     Jumat, 15 Oktober 2021 - 17:38 WITA

Sejak 2018, 3.516 Aplikasi Pinjol Ilegal Diblokir

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Satgas Waspada Investasi (SWI) berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika, termasuk Polri untuk memblokir aplikasi atau situs pinjaman online (pinjol) ilegal. Sejak 2018, 3.516 aplikasi tersebut sudah diblokir.

“Sejak 2018 telah diblokir 3.516 aplikasi atau situs pinjol ilegal,” ungkap OJK dalam keterangan resmi, dilansir CNN Indonesia, Jumat (15/10).

OJK merinci ada 404 pinjol ilegal yang dihentikan pada 2018, 1.493 pada 2019, 1.026 pada 2020, dan 593 pada tahun ini.

Sementara itu, OJK menyebut jumlah pengaduan masyarakat terkait pinjol ilegal sebanyak 19.711 aduan. Dari total aduan tersebut, terdapat 9.270 pinjol ilegal yang melakukan pelanggaran berat dan 10.441 dan 10.441 melakukan pelanggaran ringan atau sedang.

Beberapa bentuk pengaduan dengan pelanggaran berat yang ditemukan SWI, antara lain pencairan tanpa persetujuan pemohon, ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak HP dengan teror, penagihan dengan kata kasar, dan pelecehan seksual.

OJK menambahkan beberapa faktor pendorong pinjol ilegal semakin marak adalah kemudahan mengunggah aplikasi dan kesulitan pemberantasan karena lokasi server banyak berada di luar negeri.

Selain itu, tingkat literasi masyarakat yang rendah juga membuat pinjol ilegal merajalela. Lalu, masyarakat seringkali menjadikan pinjol jalan keluar ketika sedang kesulitan keuangan.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek tujuh lokasi yang diduga sebagai tempat operasional sindikat pinjol ilegal di Jakarta dalam dua hari terakhir.

Operasi penangkapan dilakukan penyidik sejak Selasa (14/10) di sejumlah apartemen atau pun kantor yang dijadikan untuk perusahaan pinjol tersebut beroperasi.

“Iya benar, Bareskrim Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan sindikasi Pinjol di 7 wilayah di Jakarta,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Helmy Santika saat dikonfirmasi, Kamis (14/10).

Tujuh markas pinjol yang digerebek berada di dua lokasi di Cengkareng, Jakarta Barat. Kemudian, di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Penjaringan, Jakarta Utara. Lalu, di sebuah Apartemen Taman Anggrek, di Laguna Pluit, dan terakhir Green Bay Pluit, Jakarta Utara.

Helmy menjelaskan bahwa dalam penggerebekan itu, ada tujuh tersangka yang turut diringkus oleh penyidik. Namun, dia belum dapat merinci lebih lanjut mengenai masing-masing tersangka.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dipengaruhi Wabah Corona, Rupiah Masih Melemah

Ekbis

Modal dan Risiko Bisnis Ternak Kurban di Masa Pandemi
Saham China

Ekbis

Lanjutkan Penurunan Tajam Sesi Sebelumnya, Saham China Dibuka Anjlok
Harga Minyak

Ekbis

Prospek Permintaan Lebih Tinggi dan Pasokan Ketat, Harga Minyak Naik
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Biang Kerok Inflasi Kalsel Bukan Bahan Makanan
apahabar.com

Ekbis

Penyangga IKN, Cuncung: Hipmi Bisa Majukan UMKM Tanbu
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Pagi Ini: Menguat ke Rp 14.005/US$
apahabar.com

Ekbis

Hari Pelanggan Nasional, Pizza Hut hingga KFC Sediakan Promo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com