Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor

Sepuluh Orang Terluka Akibat Serangan Drone di Bandara King Abdullah Saudi

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Oktober 2021 - 11:36 WITA

Sepuluh Orang Terluka Akibat Serangan Drone di Bandara King Abdullah Saudi

Ilustrasi. Foto-AFP

apahabar.com, JAKARTA – 2 drone bermuatan bahan peledak menghantam Bandara King Abdullah Saudi di selatan kota Jizan, Arab Saudi, pada Jumat (8/10) malam dan Sabtu (9/10) pagi. Sepuluh orang dilaporkan terluka akibat serangan tersebut.

Koalisi militer pimpinan Saudi menuturkan enam warga Saudi, tiga warga Bangladesh, dan satu warga Sudan terluka dalam serangan drone pertama. Beberapa jendela fasad bandara juga pecah akibat serangan itu.

Sementara itu, koalisi Saudi menuturkan pihaknya berhasil mencegat drone kedua yang meluncur pada Sabtu dini hari. Drone itu disebut sarat bahan peledak.

Koalisi Saudi tak memberikan rincian lain terkait kerusakan atau potensi korban akibat serangan drone kedua.

Mengutip CNN Indonesia dari Reuters, stasiun televisi pemerintah Saudi melaporkan lalu lintas udara di Bandara King Abdullah tetap normal meski sempat tertunda akibat serangan itu.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone tersebut.

Namun, Saudi kerap menuduh kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai dalang serangan drone dan rudal yang mengarah ke wilayahnya.

Sebab, Saudi telah melakukan intervensi militer sejak 2015 lalu untuk membantu pemerintah Yaman memberangus pemberontak Houthi.

Sejak itu, Houthi getol meluncurkan rudal dan drone ke arah Saudi. Rudal Houthi bahkan beberapa kali menargetkan Kota Mekkah dan Madinah. Namun, selama ini koalisi Saudi berhasil mencegat sebagian besar serangan Houthi tersebut.

Banyak pihak menganggap konflik sipil di Yaman yang terjadi sejak 2014 lalu ini merupakan perang proxy antara Saudi, yang mendukung Yaman, dan Iran, yang menyokong Houthi.

Saudi dan Iran merupakan musuh bebuyutan yang berebut pengaruh di Timur Tengah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai perang sipil di Yaman menjadi krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Global

Polisi Mesir Tewas saat Jinakkan Bom di Dekat Gereja Koptik
Airbnb siap tampung puluhan ribu pengungsi Afghanistan. Foto-Net

Global

Puluhan Ribu Pengungsi Afghanistan Akan Ditampung Airbnb
Nama Anak

Global

Dear Bunda, Ingat Berikut 12 Nama Anak Dilarang di Berbagai Negara

Global

Kasus Covid-19 di Malaysia Sentuh Angka 1.013.438
apahabar.com

Global

Dianggap Bocorkan Rahasia Militer, Surat Kabar Nigeria Digerebek Tentara
apahabar.com

Global

Akhirnya, Warga Kuba Bisa Akses Internet dari Ponsel Mereka

Global

Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya
Serangan Israel

Global

Hingga Hari Ini, 174 Warga Gaza Tewas Akibat Serangan Israel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com