Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

Setahun Pandemi Nyaris Nol Kasus, Ketahui Rahasia Warga Baduy ‘Tangkal’ Covid-19

- Apahabar.com     Jumat, 15 Oktober 2021 - 07:16 WITA

Setahun Pandemi Nyaris Nol Kasus, Ketahui Rahasia Warga Baduy ‘Tangkal’ Covid-19

Suku Baduy menerima vaksin Covid-19-Foto-detikHealth

apahabar.com, BANTEN – Setahun lebih pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, namun dampaknya hampir tidak terasa bagi masyarakat adat Suku Baduy di Lebak, Banten. Sejauh ini hanya satu kasus Covid-19 yang pernah tercatat di sana.

Padahal, wilayah Tangerang langganan zona merah Covid-19 karena kasus penularan yang cukup tinggi. Hal ini tidak mengherankan, sebab warga Baduy di awal pandemi merebak sangat menutup diri dari luar.

“Di awal-awal mah orang sini nggak boleh keluar, yang dari luar juga disuruh pulang,” kata salah satu warga Suku Baduy Luar saat ditemui detikcom di Desa Kanekes, Baduy, kutip Detikcom.

Ia mengatakan baru sekitar tiga minggu Desa Wisata Suku Baduy dibuka untuk umum. Mereka yang mau berkunjung pun harus meminta izin terlebih dahulu kepada Tetua Adat di sana.

Warga Baduy dikenal sangat mematuhi arahan dari Tetua Adat. Di masa awal pandemi, mereka disarankan tidak banyak bepergian ke luar daerah.

Demi melindungi diri dari Covid-19, warga Baduy disebut memiliki sejumlah ramuan dari tanaman herbal yang berkhasiat untuk menambah imunitas. Terlebih di masa pandemi mereka tetap bertani dan berladang serta melakukan aktivitas seperti biasa.

“Ada ramuan yang diminum seperti jahe merah dan dedaunan. (Diminum) pagi dan sore,” ujarnya lagi.

Diwawancara terpisah, Kepala Puskesmas Cisemeut, Kabupaten Lebak, Banten, dr Maytri Nurmaningsih, juga membenarkan sedikitnya kasus di Baduy karena warga di sana sangat ketat dalam membatasi pengunjung dan menutup diri lebih dari setahun.

“Sebenarnya orang Baduy Dalam menutup trek tamu supaya mereka steril di areanya. Akhirnya mereka lockdown menurut adat, tapi kan nggak mungkin terus menerus,” bebernya.

Maytri mengatakan masyarakat Baduy juga tidak mungkin selamanya melakukan lockdown. Dengan adanya pembukaan pariwisata kembali, pihaknya secara konsisten mengajak warga Baduy Luar dan Dalam untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Mereka merasa punya ramuan sendiri, menurut adat, dan itu memang kendala kita untuk vaksinasi. Tapi kami selalu minta tolong ke bidan desa, terutama, untuk sosialisasi terus menerus ketika mereka ada kegiatan misalnya posyandu. diajak, hayu urang kudu sehat,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Ini Syarat PKL dan Warung yang Dapat BLT Rp1,2 Juta
apahabar.com

Nasional

Jenazah Aa Jimmy Dimakamkan di TPU Sirnalaya

Nasional

84 Penerbangan Dari dan Menuju Bali Dihentikan Sementara
apahabar.com

Nasional

Ratusan Peserta Lolos Tes Psikologi Seleksi Calon Inspektur Polisi
apahabar.com

Nasional

Resmi, BPN Prabowo-Sandi Daftarkan Gugatan Pilpres ke MK
Banjarmasin

Nasional

Vaksin Covid-19 Sudah Sampai di Indonesia, Kapan Siap Digunakan?
Eks Wasekjen MUI

Nasional

Eks Wasekjen MUI Meninggal Terpapar Covid-19
apahabar.com

Nasional

Pengamat: Masyarakat Bisa Patuhi Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com