IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung? Mimpi Ibnu Sina, Masyarakat Banjarmasin Lepas Masker Awal Tahun 2022 Bocah 8 Tahun Hilang di Samarinda, Pencarian Selami Selokan Genangan Banjir Target Vaksinasi di Tanah Laut Terkendala Stok Vaksin

Soal Pinjol, Presiden Jokowi Minta OJK Jaga Perkembangan Digitalisasi Keuangan

- Apahabar.com     Senin, 11 Oktober 2021 - 16:36 WITA

Soal Pinjol, Presiden Jokowi Minta OJK Jaga Perkembangan Digitalisasi Keuangan

Presiden Jokowi. Foto-Biro Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kasus pinjaman online (pinjol) yang tengah marak di kalangan masyarakat. Bahkan Jokowi mendengar terdapat masyarakat lapisan bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi Pinjol.

Jokowi pun meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga dan mengawasi perkembangan digitalisasi sektor keuangan agar tumbuh secara sehat dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” ujar Presiden, kutip Okezone, Senin (11/10).

Turut hadir dalam kesempatan itu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan para pejabat terkait lainnya.

Fenomena dampak pinjaman online (pinjol) tersebut muncul seiring dengan pesatnya gelombang digitalisasi di tengah pandemi Covid-19, yang memunculkan bank digital, asuransi digital, pembayaran elektronik (e-payment), dan layanan finansial berbasis teknologi (fintech).

“Harus kita sikapi dengan cepat dan tepat, kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan, dan berbagai e-payment,” ujarnya.

Presiden meminta OJK dan pelaku industri jasa keuangan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab, kuat, dan berkelanjutan. Ekosistem keuangan digital juga harus memiliki kebijakan mitigasi risiko terhadap masalah hukum dan sosial untuk mencegah kerugian dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

OJK dan pelaku industri, kata Presiden, juga perlu memberikan literasi keuangan dan literasi keuangan digital kepada masyarakat agar masyarakat mendapatkan manfaat luas dari pertumbuhan sektor keuangan digital.

Selain itu, Presiden juga berharap industri ekonomi dan keuangan digital dapat memberikan akses kegiatan ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat bawah, sehingga dapat turut mengurangi ketimpangan sosial.

“Saya titip kepada OJK dan pelaku usaha di dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar harus diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital, agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong perekonomian yang inklusif,” jelas Presiden Jokowi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Stimulus Listrik

Nasional

Pemerintah Bakal Pangkas Jumlah Penerima Subsidi Listrik 450 VA
Kasus Mesum

Nasional

RSD Wisma Atlet Bawa Kasus Mesum Sesama Jenis ke Polisi
Buruh

Nasional

Pekan Depan! Buruh Bakal Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Termasuk Kalsel
apahabar.com

Nasional

Heli Bawa Teknisi Tower BTS Ditembak di Papua, Pelaku Diduga KKB
apahabar.com

Nasional

Amin Rais Duga Kebakaran Kejagung Dilakukan ‘Orang Dalam’, Berikut Jawaban Kejagung
apahabar.com

Nasional

Peneliti Apresiasi Langkah Cepat Jokowi Evakuasi WNI dari Wuhan
apahabar.com

Nasional

Teror Virus Corona; Korban Tewas di China Capai 908 Orang
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Geger Api di Gedung Kejagung RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com