Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan Walau Ditentang, Pemkot Banjarmasin Ngotot Tertibkan Reklame

Survei: Persaingan Empat Besar Parpol Makin Kompetitif, PSI Kuda Hitam

- Apahabar.com     Kamis, 7 Oktober 2021 - 11:47 WITA

Survei: Persaingan Empat Besar Parpol Makin Kompetitif, PSI Kuda Hitam

Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research soal elektabilitas partai politik. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menyebutkan empat besar partai politik makin kompetitif. Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berada di papan tengah berpeluang menjadi kuda hitam.

Peneliti indEX Research Hendri Kurniawan dalam keterangan resminya, Kamis (7/10) menyebutkan peta kekuatan empat besar partai politik makin merata. Partai Demokrat memantapkan diri dengan menembus elektabilitas dua digit.

Temuan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research itu menunjukkan elektabilitas Demokrat mencapai 10,6 persen. Sebelumnya, posisi papan atas hanya dikuasai tiga parpol, yaitu PDIP, Gerindra, dan Golkar.

PDIP masih unggul tetapi elektabilitasnya turun di bawah 20 persen, kini hanya 17,8 persen, disusul Gerindra sebesar 13,9 persen. Golkar masih berada pada peringkat keempat setelah sebelumnya tersalip Demokrat dengan elektabilitas 8,7 persen.

“Persaingan empat besar partai politik makin kompetitif, sedangkan pada papan tengah PSI menjadi kuda hitam,” kata Hendri Kurniawan seperti dilansir Antara.

Menurut Hendri, meratanya kekuatan pada posisi empat besar membuka peluang kompetisi dalam membangun poros koalisi untuk mengusung pasangan calon presiden/wakil presiden.

PDIP dan Gerindra sebagai dua parpol utama di kubu pemerintah masih menjagokan masing-masing tokohnya, yaitu Prabowo Subianto dan Puan Maharani.

“Ganjar Pranowo masih sulit didukung PDIP yang masih dikuasai oleh trah Soekarno,” kata Hendri.

Poros berikutnya adalah Golkar yang menjagokan ketua umumnya, Airlangga Hartarto. Hanya saja menurut dia elektabilitas Airlangga masih sangat rendah.

“Golkar tampak sedang menjajaki koalisi dan mencari figur dengan elektabilitas yang tinggi,” ucap Hendri.

Di luar kubu pemerintah, kata Hendri, poros oposisi potensial digalang oleh Demokrat. Partai ini akan mengusung ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai peserta Pilpres 2024..

Selain itu, kata dia, dengan menggaet figur lain dan koalisi untuk memenuhi presidential threshold (ambang batas presiden).

Parpol-parpol papan tengah berpeluang menjadi mitra koalisi dari ketiga poros tersebut. PKB memimpin dengan elektabilitas 5,8 persen, disusul PSI dengan 5,2 persen, dan PKS sebesar 5,0 persen.

“PSI memantapkan diri di atas parliamentary threshold (ambang batas parlemen) 4 persen,” kata Hendri.

Berikutnya, NasDem (3,8 persen), PPP (2,3 persen), dan PAN (1,3 persen). Selain itu, ada dua parpol baru, Partai Ummat (1,5 persen) dan Gelora (1,1 persen), yang memiliki basis pendukung dari pecahan PKS dan PAN.

Sisanya, parpol papan bawah dengan raihan elektabilitas di bawah 1 persen, atau kecil peluangnya bisa lolos ambang batas parlemen jika memperhitungkan margin of error, yaitu Hanura (0,8 persen), Perindo (0,7 persen), PBB (0,5 persen), Berkarya (0,3 persen), PKPI (0,2 persen), dan Garuda (0,1 persen).

Ia menyebut parpol baru Masyumi Reborn nihil dukungan. Belakangan, kata dia, bermunculan parpol-parpol baru lainnya. Akan tetapi, secara keseluruhan hanya didukung 0,8 persen.

Sisanya, konstituen menyatakan tidak tahu/tidak jawab (19,6 persen). Survei Index Research dilakukan pada tanggal 21—30 September 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia

Survei dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pagi Buta, Begal Sapi Penembak Polisi di Tala Berhasil Diringkus!
Kapolri

Nasional

Jokowi Instruksikan Kapolri: Berantas dan Tuntaskan Premanisme
apahabar.com

Nasional

Polres Sintang Amankan Ribuan Batang Kayu Durian
apahabar.com

Nasional

Wacana Kursus Pranikah Menko Muhadjir Tuai Kritikan, AMAN: Berhenti Turut Campur Terlalu Jauh
BLT Subsidi Gaji

Nasional

Pencairan Sisa BLT Subsidi Gaji Belum Ada Kepastian
Buruh

Nasional

Wakil Ketua MPR Sarankan Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat Soal RUU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

40 Ribu Hektar di Pegunungan Meratus Bakal Diusulkan Hutan Adat
apahabar.com

Nasional

Kasus Corona di Qatar Bertambah Jadi 12 Orang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com