Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

Tahan Lonjakan Harga, China Bakal Genjot Produksi Batu Bara

- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:41 WITA

Tahan Lonjakan Harga, China Bakal Genjot Produksi Batu Bara

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Beberapa perusahaan batu bara China siap menggenjot produksi agar harga tidak semakin liar akibat pasokan yang amat terbatas di dunia.

Seperti diketahui, harga batu bara termal China telah melonjak lebih dari 200% tahun ini ke rekor tertinggi. Hal ini disebabkan terganggunya pasokan dari sejumlah tambang akibat inspeksi keselamatan pertambangan, penyelidikan anti-korupsi, dan banjir di wilayah pertambangan utama.

China Energy Group dan Shanxi Jinneng Holding Group (SJAMG.UL), penambang batu bara No.1 dan No.8 di China, mengatakan akan menaikkan output dan mengarahkan harga kembali ke kisaran yang wajar.

Mereka telah berjanji untuk mempertahankan harga spot batubara termal dengan kandungan energi 5.500 kilokalori yang dikirim ke Teluk Bohai di Cina utara di bawah 1.800 yuan ($282) per ton, dan harga untuk 5.000 kilokalori dan 4.500 kilokalori batu bara masing-masing 1.500 yuan dan 1.200 yuan.

Harga batu bara termal lainnya dengan nilai kalori yang lebih tinggi tidak akan melebihi 2.000 yuan per ton.

Beberapa penambang batu bara lain yang didukung negara di wilayah pertambangan batu bara utama China Shanxi dan Mongolia Dalam juga meluncurkan rencana batas harga yang sama.

Wakil Perdana Menteri China Han Zheng telah menegaskan akan secara ketat mengatur spekulasi harga batubara.

Pengawas aset negara juga mendesak perusahaan-perusahaan yang didukung oleh negara untuk memprioritaskan pasokan batu bara dan meminta pembangkit listrik untuk membangun persediaan bahan baku “terlepas dari biaya”.

Pada 18 Oktober lalu produksi harian batu bara China berada di 11,6 juta ton, naik sekitar 11,2 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Negosiasi Pemerintah, APJI Usul Wadah Khusus Kuliner untuk UMKM Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Penurunan Harga Pertamax Cs Bikin Tekor Pengusaha SPBU Kalsel!
Bank Aladin Syariah

Ekbis

Selamat! Putra Menlu Retno Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi China Mulai Pulih, Rupiah Kembali Menguat
apahabar.com

Ekbis

Selangkah Lagi RI Masuk Resisi, CORE: Pemerintah Harus Akui
apahabar.com

Ekbis

Tunjang PSBB Banjarmasin, Perum Divre Bulog Kalsel Jamin Pangan Terkendali
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Rp1,007 Juta
Jokowi

Ekbis

Jokowi Janjikan Aturan Pelaksana Omnibus Law UU Cipta Kerja Akan Diselesaikan Secepatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com