Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Tak Perlu Booster, Berikut 3 Vaksin Respons Imun hingga 8 Bulan

- Apahabar.com     Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:39 WITA

Tak Perlu Booster, Berikut 3 Vaksin Respons Imun hingga 8 Bulan

Ilustrasi - Sebuah botol berlabel vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech. Foto-Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah studi dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan 3 vaksin Covid-19 yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson masih menunjukkan tanda respons imun yang kuat hingga 8 bulan setelah suntikan tanpa booster.

Dalam studi itu, seperti dilansir Antara, para peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit.

Analisis juga mengisyaratkan perbedaan cara vaksin menghasilkan antibodi. Antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat, sementara antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.

“Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini,” ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center, Dr. Dan Barouch seperti dikutip dari Abc News, Minggu (17/10).

Vaksin Pfizer dan Moderna mengandalkan jenis teknologi yang sama, yakni mRNA, sementara Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus. Kedua teknologi ini memicu berbagai jenis respons imun.

Antibodi yakni protein yang melawan virus dalam darah menjadi salah satu indikasi vaksin bekerja. Tetapi antibodi hanyalah salah satu bagian dari respons imun tubuh secara keseluruhan.

Studi baru ini menjadi yang pertama membandingkan tidak hanya antibodi, tetapi juga sel-T pada ketiga vaksin. Sel-T juga bagian penting dari sistem kekebalan, dan mungkin menawarkan perlindungan yang lebih tahan lama bahkan setelah antibodi turun.

“Respons sel T kemungkinan berkontribusi pada perlindungan vaksin terhadap penyakit parah. Respons sel T relatif stabil untuk ketiga vaksin selama delapan bulan,” kata Barouch.

Direktur penyakit menular di South Shore Health, Dr. Todd Ellerin mengatakan, semakin tinggi titer antibodi penetralisir, semakin terlindungi Anda dari infeksi.

Menurut dia, inilah alasan ada keuntungan pemberian dua dosis vaksin mRNA dibandingkan dengan dosis tunggal Johnson & Johnson dalam mencegah infeksi.

Tetapi, ketika berbicara penyakit parah, maka vaksin-vaksin yang tersedia sama hebatnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Indonesia Tembus 5 Besar Produsen Produk Halal Dunia
apahabar.com

Nasional

Pascakebakaran Gedung Kejagung RI, Tidak Ada Tahanan yang Dipindahkan
apahabar.com

Nasional

Dipanggil ke Istana, Wabendum PDIP Cuma Lempar Senyum

Nasional

Kisah Getir Sukarno Kecil: Miskin dan Sakit-sakitan

Nasional

Gempa M 6,7 Malang Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung Merapi
apahabar.com

Nasional

Erick Thoir: Pertemuan Jokowi-Prabowo Runtuhkan Sekat Perbedaan
apahabar.com

Nasional

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji
apahabar.com

Nasional

Pasien Covid-19 Bunuh Diri, Loncat dari RS Wisma Atlet Jakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com