Tepat di Hari Anti Korupsi Sedunia, Kades Dadahup Kapuas Ditahan KPK Telisik Keperluan Pribadi Bupati HSU, Jamela Beri Klarifikasi Lantik Sekdakot Banjarmasin, Ibnu Sina Beri Ikhsan Budiman Sederet PR Bukan Pepesan Kosong, Kades Se-Amuntai Sweeping Truk Conch! Terkesan Plin-plan, PPKM Level 3 Nataru Batal, Kalsel Perlu Lakukan Ini

Tarif PCR di Kalsel Rp300 Ribu, Membandel Siap-Siap Kena Sanksi

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan resmi menetapkan tarif tertinggi Reverse Transcription- Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)
- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:31 WITA

Tarif PCR di Kalsel Rp300 Ribu, Membandel Siap-Siap Kena Sanksi

Ilustrasi tes PCR. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan resmi menetapkan tarif tertinggi Reverse Transcription- Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp300 ribu.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan terbaru nomor HK.02.02/1/3843/2021.

Kepala Dinkes Kalsel, M Muslim, menegaskan pihaknya akan mengacu pada SE tersebut.

Sesuai SE, Kemenkes menetapkan batasan harga tertinggi tes PCR di wilayah Jawa-Bali dipatok Rp 275 ribu, sementara untuk luar Jawa-Bali sebesar Rp 300 ribu.

Selain itu, Muslim juga meminta rumah sakit, laboratorium dan fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani pemeriksaan PCR untuk patuh terhadap instruksi menteri tersebut.

Dia menegaskan ada sanksi bagi
fasilitas pelayanan kesehatan yang bandel dengan masih mematok harga lama atau di atas Rp300 ribu.

“Mulai dari teguran sampai dengan sanksi lanjut sesuai ketentuan,” kata Muslim saat dikonfirmasi apahabar.com, Kamis (28/10).

Kemenkes dalam SE terbaru meminta Dinkes provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR sesuai kewenangan masing-masing.

Jika ada Lab yang memakai harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan melalui Dinkes kota/kabupaten.

Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan maka sanksi terakhir adalah penutupan lab dan pencabutan izin operasional.

Hasil pemeriksaan RT-PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pengambilan swab.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Banjarmasin Timur ‘Diserbu’ Tukang Becak
Nakes Kalsel

Kalsel

Sudah Berjibaku, Insentif Nakes di Kalsel Malah Nunggak
apahabar.com

Kalsel

Soal Jalan ke RSUD H Boejasin, PT Perintis Embe Sudah Lama Penuhi Permintaan Pemkab Tala

Kalsel

WA LET’SAPP, Fitur Layanan Lapor Polisi Secara Cepat di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Istri Beli Nasi Bungkus, Warga Saka Permai Banjarmasin Nekat Gantung Diri

Kalsel

Penahanan Dua Pejabat Pemkot Banjarbaru: Kejari Pastikan Terkait Retribusi Parkir

Kalsel

BPS Kalsel Klaim Angka Pengangguran di Banua Turun
Banjarmasin

Banjarmasin

Pandemi, Rp8 M Insentif Ribuan Guru Ngaji-Marbot di Banjarmasin Disiapkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com