Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya

Tarif PCR Turun, Warga Banjarmasin Sabar Dulu

- Apahabar.com     Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:16 WITA

Tarif PCR Turun, Warga Banjarmasin Sabar Dulu

Meski Presiden Jokowi telah menginstruksikan tarif tes PCR untuk turun, nyatanya masih mudah ditemukan harga tes Covid-19 di atas Rp500 ribu di Banjarmasin. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memangkas harga pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ditetapkan sebesar Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali. Kemudian Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali. Harga ini berlaku pada Selasa lalu (27/10).

Semua tertuang di Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.

Lantas bagaimana di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan?

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi menekankan pihaknya akan merealisasikan tarif tertinggi tes PCR pada 1 November 2021.

“Mudah dan efektifnya mungkin di awal bulan tanggal 1 November,” ujarnya, Kamis (28/10).

Pihaknya masih perlu waktu untuk fasilitas pelayanan kesehatan menghabiskan alat uji PCR saat ini.

Fasyankes, lanjut dia membeli alat uji PCR tersebut dengan harga tertentu.

“Kita sesuaikanlah karena ada kebijakan yang terdahulu. Kalau mendadak kan kita tahu sendiri, mereka menghabiskannya perlu waktu sehingga bijaksananya ada,” pungkasnya.

Pihaknya juga belum menerima SE tentang batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR. Machli menegaskan jika sudah baru akan mengikuti segala kebijakan presiden dan menkes.

Pertama, kata dia, bahwa melakukan sosialisasi terhadap Fasyankes maupun masyarakat ibukota Provinsi Kalsel. Terdapat 5 Fasyankes di ibu kota Kalsel.

“Kita butuh sosialisasi itu saja,” ucap Machli.

Ia menegaskan akan melayangkan somasi dan tindakan tegas, apabila Fasyankes tidak mengikuti kebijakan pemerintah daerah.

Namun hingga kini, pihaknya tidak menemukan Fasyankes yang bermain tarif tes PCR.

“Kalau mereka masih melawan, tentu kita akan cabut izin operasional klinik tersebut,” imbuhnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Viral Baku Hantam di Siring Banjarmasin, Polisi Turun Tangan
Banjarmasin

Banjarmasin

BREAKING! Mayat Terlilit Rumput Gegerkan Pemancing di Gatot Subroto Banjarmasin

Banjarmasin

Tragis! Terlindas Truk di Depan Mahligai Pancasila, Gadis Muda Tewas dengan Kepala Pecah

Banjarmasin

Sidang Penyuap Anak Buah Bupati HSU Digeber Awal Desember
Banjarmasin

Banjarmasin

Kasus Dugaan Pemerkosaan Oknum Polisi di Banjarmasin, Polda Diminta Lebih Terbuka

Banjarmasin

Seluruh Pegawai Bapas Kelas 1 Banjarmasin Bebas Covid-19
Ibnu Sina

Banjarmasin

Geram! Ibnu Sina Intruksikan Pasang CCTV hingga Tenda di eks-TPS Pasar Kuripan Banjarmasin
apahabar.com

Banjarmasin

Digugat, Begini Respon Satgas Normalisasi Sungai Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com