Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Temuan Rekening Sindikat Narkoba Rp 120 Triliun, Usut Tuntas hingga Bandar Kakap

- Apahabar.com     Kamis, 7 Oktober 2021 - 09:16 WITA

Temuan Rekening Sindikat Narkoba Rp 120 Triliun, Usut Tuntas hingga Bandar Kakap

FOTO: Ilustrasi penangkapan tersangka pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Foto: detik

apahabar.com, JAKARTA – Temuan rekening milik sindikat narkoba Rp 120 triliun yang belum lama ini terkuak harus diusut tuntas hingga ke bandar kakap.

Rekening sindikat narkoba Rp 120 triliun itu terkuak melalui Rapat Dengan Pendapat (RDP) Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae dan Komisi III DPR RI, bulan lalu.

Menurut Dian Ediana Rae, temuan rekening jumbo milik sindikat narkoba Rp 120 triliun tersebut harus diikuti dengan memiskinkan para bandar.

Alasannya, jika pemberantasan narkoba hanya sebatas pemidanaan para pelaku dan tidak menyasar uang milik bandar, maka industri narkoba akan tetap tumbuh.

“Upaya untuk mengejar penjahat narkoba harus disertai dengan mengejar uangnya penjahat narkoba,” kata Dian Ediana Rae pada sesi bincang-bincang yang disiarkan oleh kanal Youtube PPATK, di Jakarta, Rabu (6/10).

“Kalau misalnya penjahatnya hanya dimasukkan ke penjara, tetapi uangnya tetap ada, bahkan dikendalikan, sangat mungkin (bandar) ini masih berpengaruh,” ujar dia pula.

Oleh karena itu, Kepala PPATK mengajak seluruh pihak, termasuk lembaganya, aparat penegak hukum, pengadilan, termasuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang membawahi lembaga permasyarakatan, harus bekerja sama memberantas narkoba sampai tuntas.

Berbagai Cara Sindikat Narkoba

Dian Ediana Rae menerangkan bisnis narkoba kerap menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan uangnya dari pantauan otoritas terkait.

Praktik-praktik pencucian uang yang dilakukan oleh sindikat narkoba pun dinamis atau terus berubah dan berkembang tiap waktunya, kata Dian.

“Misalnya, mereka memanfaatkan rekening-rekening orang yang tidak terlibat narkoba. Mereka hanya memberi uang kemudian mereka pakai,” ujar Kepala PPATK itu pula.

Di samping itu, sindikat narkoba juga kerap melakukan pencucian uang dengan modus perdagangan, misalnya lewat pemakaian invoice palsu.

“Ini termasuk canggih, termasuk menggunakan money changer,” kata dia lagi.

Demi mengantisipasi berbagai transaksi mencurigakan, PPATK menggunakan berbagai cara, di antaranya bekerja sama dengan negara-negara lain untuk melakukan pertukaran data.

Alhasil, jika ada transaksi mencurigakan, misalnya ada pemindahan dana yang tidak seimbang, maka otoritas yang mengawasi itu akan langsung memberi tanda dan memberi tahu otoritas negara lain yang menjadi tujuan transfer.

Temuan PPATK terkait rekening sebesar Rp120 triliun milik sindikat narkoba jadi sorotan publik, setelah adanya rapat dengar pendapat (RDP) antara Kepala PPATK dan Komisi III DPR RI bulan lalu.

“Saya berterima kasih isu itu ditanya. Kami sudah mengirim informasi itu ke lembaga terkait untuk memberi perhatian lebih serius kepada penanganan tindak pidana terkait narkoba,” kata Dian pula.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Fakta Baru! Polisi Temukan 113 Video Mesum ‘Vina Garut’
apahabar.com

Nasional

Diusulkan Masuk PSN, Kalsel Jadi Pusat Pengembangan Bajakah?
apahabar.com

Nasional

Pasca-Banjir Bandang, Tanggap Darurat Sulsel hingga 29 Januari
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kenaikan Gaji PNS Bulan Depan
apahabar.com

Nasional

Blusukan ke Duta Mall, Jokowi Sebut Siap Balas Kekalahan 2014

Nasional

Jokowi Imbau Warga Kalsel Kenakan Baju Putih Saat Mencoblos
apahabar.com

Nasional

Firli Jadi Ketua, Ramai-Ramai Undur Diri dari KPK

Nasional

Pekan Depan, Indofarma Jual Obat Covid-19 Merek Desrem
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com