Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan

Terinfeksi Covid-19, Bapak Bom Nuklir Pakistan Meninggal Dunia

- Apahabar.com     Minggu, 10 Oktober 2021 - 17:44 WITA

Terinfeksi Covid-19, Bapak Bom Nuklir Pakistan Meninggal Dunia

Pendiri program senjata nuklir Pakistan, Abdul Qadeer Khan. Foto-AP

apahabar.com, JAKARTA – Setelah sempat dirawat di rumah Sakit KRL Islamabad, akiibat terinfeksi Covid-19, pendiri program senjata nuklir Pakistan, Abdul Qadeer Khan, dilaporkan meninggal dunia. Dia meninggal dunia pada usia 85 tahun.

Mengutip AFP, Minggu (10/10), Khan meninggal setelah dipindahkan ke rumah sakit tersebut karena paru-parunya bermasalah. Perdana Menteri Imran Khan langsung menyampaikan duka cita melalui Twitter.

“Turut berduka cita atas meninggalnya Dr A Q Khan. Dia dicintai oleh bangsa kita karena kontribusinya yang sangat penting dalam menjadikan kita negara bersenjata nuklir,” kicau Imran, dilansir CNN Indonesia.

Kicauan berlanjut, “Ini memberikan kita keamanan terhadap (negara) tetangga agresif dengan nuklir yang jauh lebih besar. Bagi rakyat Pakistan dia adalah ikon nasional.”

Sebelumnya, Khan yang dijuluki sebagai Bapak Nuklir Pakistan menjalani perawatan akibat Covid-19 sejak Agustus. Ia sempat diizinkan pulang namun kondisinya memburuk hingga kembali dirawat di rumah sakit.

Khan sendiri menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dengan pengawasan yang cukup ketat. Pengawasan itu berawal dari tuduhan bahwa Abdul telah menyelundupkan teknologi nuklir ke Iran, Korea Utara, dan Libya.

Pada awalnya tuduhan itu membuat Khan dinyatakan sebagai pusat pasar gelap atom global oleh Badan Energi Atom Internasional. Kemudian pada tahun 2004 silam Khan mengakui telah melakukan hal tersebut.

Setelah itu Khan diampuni oleh pemimpin militer Pakistan Pervez Musharraf. Sejak saat itu Khan dijadikan sebagai tahanan rumah selama lima tahun, namun ia tetap diawasi pihak berwenang meski sudah bebas.

Khan tetap dipuji sebagai pahlawan nasional atas capaian menjadikan Pakistan sebagai negara Islam bersenjata nuklir pertama. Namun, ia dianggap pemberontak oleh Barat karena berbagi teknologi dengan negara ‘nakal’ bersenjata nuklir.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ditangkap Polisi

Nasional

Polisi Tangkap Selegram ‘Kuda Poni’ Live Bugil-Masturbasi, Sebulan Rp 30 Juta
apahabar.com

Nasional

HPN ‘Diubah’ Jadi Hari Prabangsa Nasional di Surabaya
apahabar.com

Nasional

Heboh Penangkapan Ratu Penipu Hollywood Disebut Pria Asal Indonesia
sandiaga uno

Nasional

Sandiaga Uno Inginkan Hutan Juru Seberang Babel Jadi Destinasi Wisata
Presiden Joko Widodo

Nasional

RI Sudah Amankan 75 Juta Dosis Vaksin Corona
apahabar.com

Nasional

Beri Efek Positif ke Kalimantan, NasDem Dukung Pemindahan Ibu Kota

Nasional

Gunung Merapi di Jateng Berstatus Siaga, Warga Sejumlah Desa Disiagakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com