Dikira Orang Mabuk, Ternyata Api Mengamuk di Komet Banjarbaru Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya

Terseret Kenaikan Imbal Hasil-Penjualan Ritel, Harga Emas Turun Tajam

- Apahabar.com     Sabtu, 16 Oktober 2021 - 07:18 WITA

Terseret Kenaikan Imbal Hasil-Penjualan Ritel, Harga Emas Turun Tajam

Ilustrasi emas batangan. Foto-Reuters/Leonhard Foeger via Antara/am

apahabar.com, CHICAGO – Harga emas turun tajam pada akhiri perdagangan Jumat (15/10) atau Sabtu pagi WIB.

Turunnya harga emas tersebut menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, karena rebound dalam imbal hasil obligasi AS dan peningkatan mengejutkan dalam penjualan ritel September merusak status safe-haven emas.

Dilansir Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 29,6 dolar AS atau 1,65 persen menjadi ditutup pada 1.768,30 dolar AS per ounce. Namun, untuk periode minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 0,60 persen.

Sehari sebelumnya, Kamis (14/10), emas berjangka terdongkrak 3,2 dolar AS atau 0,18 persen menjadi 1.797,90 dolar AS, setelah melonjak 35,4 dolar AS atau 2,01 persen menjadi 1.794,70 dolar AS pada Rabu (13/10) dan menguat 3,6 dolar AS atau 0,21 persen menjadi 1.759,30 dolar AS pada Selasa (12/10) .

“Emas memiliki segalanya yang menentangnya. Suku bunga riil naik, ekuitas lebih tinggi, begitu juga Bitcoin,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (15/10) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,7 persen pada September, bulan kedua berturut-turut penjualan ritel meningkat. Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada September, meningkatkan ekuitas dan memperpanjang kerugian emas sebagai lindung nilai risiko.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan harga impor naik 0,4 persen pada September setelah turun 0,3 persen pada Agustus. Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun 14,5 poin menjadi 19,8 pada Oktober, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 25 poin.

Meningkatkan peluang kerugian memegang emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pulih dari level terendah lebih dari satu minggu pada Kamis (14/10).

Sementara sebagian besar pembuat kebijakan Fed setuju bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera bulan depan, mereka terpecah tajam atas inflasi dan apa yang harus mereka lakukan tentang hal itu.

Investor kemungkinan hanya memperkirakan pengetatan moderat dari bank-bank sentral utama dan “yang seharusnya tidak menyebabkan terlalu banyak masalah bagi emas karena investor melakukan lindung nilai terhadap tingkat harga yang tinggi,” kata Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,8 sen atau 0,55 persen, menjadi ditutup pada 23,349 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 6,6 dolar AS atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada 1.058,9 dolar AS per ounce.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Eksekusi Kredit Macet, Leasing Harus Patuhi Aturan
apahabar.com

Ekbis

2020, Kalsel Targetkan Realisasi Investasi Belasan Triliun
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Jokowi, Indonesia Harus Bajak Momentum Krisis
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas di Bawah US$ 1.800, Prospek Emas Meredup?
apahabar.com

Ekbis

Tekan Inflasi, Kalsel Perlu Pacu Produksi Sejumlah Komoditas
apahabar.com

Ekbis

Kilang OOG-Pertamina Bakal Bersebelahan dengan Kilang Badak LNG
apahabar.com

Ekbis

Dolar AS Tertekan Data Ekonomi, Rupiah Menguat
Sri Mulyani

Ekbis

Dibayangi Varian Omicron, Sri Mulyani Optimistis Ekonomi RI Positif hingga Akhir Tahun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com