Setahun 2 Kali Kalsel Darurat Banjir, Jangan Melulu Salahkan Cuaca Sulitnya Mengungkap Perampokan Bersenpi Bos Emas Paramasan Polisi Tetapkan Mantan Pacar Pelaku Investasi Bodong Balikpapan Tersangka Kalsel Banjir, PLN Gerak Cepat Nonaktifkan Ratusan Gardu Listrik Sikapi Putusan MK, Jokowi Tegaskan Revisi UU Cipta Kerja Secepatnya

Tujuh Orang Tewas dalam Aksi Protes Kudeta Militer di Sudan

- Apahabar.com     Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:01 WITA

Tujuh Orang Tewas dalam Aksi Protes Kudeta Militer di Sudan

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera dalam aksi protes menentang kudeta militer di Khartoum, Sudan, 25 Oktober 2021. Foto-Reuters via Antara/as

apahabar.com, KHARTOUM – Militer Sudan merebut kekuasaan dari pemerintahan peralihan pada Senin (25/10) kemarin.

Dilansir Antara, pejabat kementerian kesehatan setempat mengatakan tujuh orang tewas serta 140 terluka dalam bentrokan antara tentara dan massa yang memprotes kudeta tersebut.

Pemimpin kudeta, Jenderal Abddel Fattah al-Burhan, membubarkan Dewan Berdaulat, yang anggotanya berasal dari kalangan militer dan sipil.

Dewan itu sebelumnya dibentuk untuk memandu Sudan menjadi negara demokratis setelah Presiden Omar al-Bashir digulingkan dari kekuasaan melalui gelombang demonstrasi dua tahun lalu.

Burhan menyatakan negara dalam keadaan darurat dan mengatakan angkatan bersenjata perlu menjaga keselamatan dan keamanan.

Ia berjanji bahwa pemilihan umum akan diselenggarakan pada Juli 2023 dan kekuasaan nantinya akan diserahkan kepada pemerintahan sipil terpilih.

“Apa yang saat ini sedang dialami oleh negara ini adalah ancaman dan bahaya nyata terhadap para pemuda serta harapan bagi negeri,” katanya.

Kementerian Informasi Sudan, yang masih setia pada Perdana Menteri Abdalla Hamdok, mengatakan di Facebook bahwa penentuan status negara dalam keadaan bahaya menurut UU peralihan hanya boleh dilakukan oleh perdana menteri.

Dengan demikian, kata Kementerian, tindakan militer tersebut merupakan aksi kejahatan karena Hamdok masih merupakan pemimpin yang sah.

Hamdok adalah ahli ekonomi yang juga mantan pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dia ditangkap dan dibawa ke sebuah lokasi yang tak diungkapkan karena menolak mengeluarkan pernyataan mendukung pengambilalihan kekuasaan,” kata Kementerian Informasi.

Kementerian Informasi mendesak semua pihak untuk melakukan perlawanan dan mengatakan ribuan orang sudah turun ke jalan untuk memprotes kudeta tersebut.

Para karyawan bank sentral juga mengumumkan akan mogok kerja sebagai protes terhadap kudeta, kata Kementerian.

Kementerian Informasi menyebutkan bahwa pasukan militer telah menahan para anggota Dewan Berdaulat serta para pejabat pemerintah.

Direktur pemberitaan televisi negara juga ditahan, kata pihak keluarga.

Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan membahas situasi di Sudan melalui pertemuan tertutup, kata beberapa diplomat.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Israel

Internasional

Netanyahu Resmi Angkat Kaki dari Rumah Dinas PM Israel
Taliban

Internasional

Viral! 2 Warga Kabul Diduga Jatuh dari Pesawat Usai Taliban Kuasai Afghanistan
apahabar.com

Internasional

99 Hari Bebas Virus Corona, Vietnam Laporkan Kematian Pertama Covid-19

Internasional

Kolombia Bekuk Gembong Narkoba Terbesar Setelah Escobar
Vaksin

Internasional

Rusia Produksi Vaksin Covid-19 Gelombang Pertama

Internasional

Jutaan Orang Dukung Petisi Letakkan Palestina di Peta Google
apahabar.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

Peneliti China Ungkap Respons Imun OTG Lebih Lemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com