Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Ubah Warna Pertalite Mirip Premium, Pria di Sampit Ditangkap

- Apahabar.com     Selasa, 12 Oktober 2021 - 13:24 WITA

Ubah Warna Pertalite Mirip Premium, Pria di Sampit Ditangkap

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri saat rilis kasus ke media, Selasa (12/10). Foto-Antara

apahabar.com, SAMPIT – Polisi menangkap seorang pria di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berinisial HS. Ia diduga mengoplos bahan bakar minyak jenis pertalite.

Dari keterangan Polres Kotawaringin dalam rilis kepada media, Selasa (12/10), dengan bahan tertentu, HS gunakan mengubah warna pertalite, sehingga menjadi mirip warna bahan bakar jenis premium demi mendapat keuntungan.

“Ini cukup aneh juga. Biasa itu kan kasusnya pengoplosan menyerupai BBM jenis yang lebih mahal seperti pertalite atau pertamax, ini justru pertalite dioplos sehingga warnanya mirip premium atau bensin. Hanya warnanya yang mirip, soal kandungannya, kami belum tahu karena itu perlu pengujian laboratorium,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri seperti dilansir Antara.

Jakin menjelaskan, kasus ini terungkap Jumat (8/10) lalu berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Ketapang.

Terduga HS tertangkap tangan sedang melaksanakan pengoplosan itu di rumah di Jalan Jembatan Kuning Gang Sabar Menanti Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tandon air berkapasitas 1000 liter, 33 jeriken, timbangan, serbuk “bleaching earth terram” untuk pemutih, bahan bakar mirip premium serta barang bukti lainnya.

Dalam aksinya, HS menerima jasa mengoplos pertalite dengan memasukkannya serbuk “bleaching earth terram”.

Dari proses itu, pertalite yang semula berwarna hijau, berubah menjadi kuning sehingga mirip premium.

Terkadang HS juga membeli sendiri pertalite dari sejumlah koleganya, kemudian mengoplosnya menjadi bahan bakar yang warnanya mirip warna premium, kemudian menjualnya.

Namun jika dilihat secara teliti tetap ada perbedaan, karena warna kuningnya sangat tajam, berbeda dengan warna kuning bahan bakar premium.

Hasil pemeriksaan terhadap HS, praktik terlarang ini ternyata dilakukan lantaran di kawasan pelosok atau jauh dari pusat kota, harga premium justru lebih mahal dibanding pertalite, padahal di SPBU harga resmi premium lebih murah dibanding pertalite.

Hal itu lantaran ada pendapat di masyarakat bahwa pertalite merusak mesin kendaraan karena cepat panas, menimbulkan kerak dan memperpendek umur mesin sehingga banyak yang memilih membeli premium, sementara alokasi premium kini terus dikurangi oleh Pertamina.

“Berbekal pengetahuannya, dia memanfaatkan keterbatasan pengetahuan masyarakat. Dibuktikan pangsa pasarnya banyak, khususnya masyarakat yang domisilinya jauh dari Sampit,” kata Jakin.

HS mengaku sudah menjalani kegiatan terlarang ini selama tiga bulan. Dalam operasional yang dibantu dua karyawan, HS meraup untung sekitar Rp1 juta setiap harinya.

Untuk menangani kasus ini, penyidik akan berkoordinasi dengan Pertamina dan perangkat daerah yang menangani terkait energi. Penyidik juga masih mengembangkan kasus ini, diantaranya dengan menelusuri tempat HS membeli serbuk pengubah warna pertalite sehingga mirip premium tersebut.

“Dia dijerat dengan 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, sub Pasal 62 Jo Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun penjara dan denda Rp60 miliar,” tegas Jakin.

Sementara itu HS mengaku mendapatkan pengetahuan cara mengubah warna pertalite menjadi mirip premium tersebut dari rekannya di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Sejauh ini tidak ada yang mengeluh terkait kualitas premium oplosan itu. Malah permintaannya tambah banyak karena sejak awal keluar pertalite, itu sudah dinilai kurang bagus. Makanya premium yang terus dicari,” kata HS.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

dinas perdagangan

Kalteng

Dinas Perdagangan Kapuas Ingatkan Pangkalan Jual Gas Elpiji Sesuai HET

Kalteng

Wapres Ma’ruf Resmikan Bandara HM Sidik Muara Teweh, Diharapkan Beri Kesejahteraan
apahabar.com

Kalteng

Disiplin Guru Melemah, Ini Kata Anggota DPRD Barut
apahabar.com

Kalteng

Korban Kebakaran di Dadahup Terima Daging Kurban dari Polres
apahabar.com

Kalteng

Tunggu Pusat, 1.100 IKM di Kapuas Sudah Diusulkan Dapat Bantuan
Covid-19 Kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: 8 Positif, Sembuh Nihil
HMI Kapuas

Kalteng

Ketua HMI Kapuas Minta Kenaikan Tarif PDAM Ditunda

Kalteng

Investasi Bodong, Ditreskrimum Polda Kalteng Tangkap Pengembang Mall PTC/ATC
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com