Dugaan Tambang Ilegal di Mangkalapi, Kapolres Tegaskan Hanya 1 Tersangka! Akhirnya, Buronan Pelaku Penggelapan Motor Scoopy di HST Diringkus Tim Resmob Grand Launching RSI Sultan Agung Banjarbaru, Terapkan Layanan Bersyariat Islam Via Jamela, KPK Dalami Keperluan Pribadi Bupati HSU 5 Kali HST Diterjang Banjir, Mitigasi Mestinya Dicermati Pemkab

Viral Video Antrean Solar, Bagaimana Stok Kalsel?

Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar berembus kencang di Sumatera dan Jawa. Lantas, bagaimana dengan Kalimantan khususnya Kalsel?..
- Apahabar.com     Rabu, 20 Oktober 2021 - 06:10 WITA

Viral Video Antrean Solar, Bagaimana Stok Kalsel?

Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar berembus kencang di Sumatera dan Jawa. Foto ilustrasi: Kumparan

apahabar.com, JAKARTA – Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar berembus kencang di Sumatera dan Jawa. Lantas, bagaimana dengan Kalimantan khususnya Kalsel?

PT Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan meminta warga tak panik atau panic buying. Saat ini cadangan solar di Kalsel sangat cukup. Begitupun stok BBM lain.

“Kondisi stok BBM aman dan tersedia,” jelas Susanto Satria selaku Unit Managers Communications, Relationship & CSR Pertamina MOR VI kepada apahabar.com, Senin (20/10) malam.

Cadangan dimaksud meliputi jenis BBM tertentu (JBT) Solar, jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) Premium dan BBM non-subsidi seperti Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex, dan Pertamax Turbo.

Stok JBT solar di Kalsel, kata Satria, akan cukup hingga 5 hari ke depan. Dan itu akan terus berlanjut.

“Suplai akan terus datang,” katanya.

Penimbunan Solar Batola, Hiswana Migas Sangkal Tudingan Keterlibatan Pihak SPBU

Catatan Pertamina, per Januari hingga September 2021 konsumsi solar di Kalsel sebanyak 155.762 kiloliter.

Satria mengimbau agar masyarakat tidak cemas soal kabar langkanya solar subsidi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Karena stok BBM di Kalsel aman tersedia,” katanya.

Terlepas itu, dia turut meminta peran aktif seluruh kalangan masyarakat untuk terus melakukan pengawasan agar penjualan solar subsidi sesuai sasaran.

“Perlu peran aktif masyarakat untuk bersama memonitor agar solar subsidi bisa tepat sasaran,” katanya.

Sebuah video menampilkan antrean panjang kendaraan di sebuah SPBU untuk membeli BBM solar beredar luas di media sosial.

Belakangan diketahui itu terjadi di tol Trans Jawa, sepanjang Semarang hingga Probolinggo.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @tozgen23 pada Sabtu (16/10) juga dikatakan masih ada beberapa SPBU di tol Trans Jawa yang masih menyediakan solar. Namun, untuk pembeliannya dibatasi maksimal pembelian Rp300 ribu.

Secara nasional, Pertamina mencatat peningkatan konsumsi di gasoil didominasi oleh solar subsidi. Konsumsi pada Semester I 2021 tercatat sebesar 37.813 kiloliter/bulan. Terus meningkat hingga mencapai 44.439 kiloliter pada September atau naik sekitar 17 persen.

Sedang di sektor gasoline, peningkatan mencolok terjadi di produk Pertamax. Pada periode Semester I 2021 rerata bulanan sebesar 12.586 kiloliter. Terus merangkak naik hingga mencapai kenaikan 49 persen pada September sebesar 18.840 Kiloliter.

Khusus untuk solar, Pertamina telah melakukan penambahan volume penyaluran ke beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan seperti Sumatera Barat sebesar 10 persen, Riau 15 persen, dan Sumatera Utara 3,5 persen.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan kebutuhan BBM masyarakat dipastikan terpenuhi, baik gasoline maupun gasoil.

“Stok untuk produk yang meningkat signifikan yaitu solar mencapai 17 hari dan Pertamax mencapai 18 hari,” ujar Fajriyah menanggapi soal isu solar langka di SPBU Trans Jawa, dilansir Tirto.id.

“Pengiriman dari Terminal BBM juga terus dilakukan setiap hari ke seluruh SPBU dan kilang juga terus berproduksi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” sambungnya.

Lebih jauh, Pertamina juga berkoordinasi dengan BPH Migas untuk fleksibilitas pengalihan kuota BBM subsidi di wilayah yang realisasinya masih di bawah target, ke wilayah lain yang berpotensi over kuota.

“Alhamdulillah sudah ada persetujuan dari BPH Migas, sehingga pengaturan kuota antarwilayah dapat dilakukan selama tidak melebihi pagu kuota nasional tahun 2021 yang ditetapkan BPH Migas,” tuturnya,

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan aman, Pertamina terus meningkatkan pengawasan di lapangan bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

Termasuk berkoordinasi secara intensif dengan Pemda dan instansi terkait, hingga pemberian sanksi tegas kepada SPBU yang menyalurkan BBM tidak sesuai dengan ketentuan

@tozgen23

Ada yang mengalami hal yang sama ? Semangaat Bersabar antri kawann !!! #solarlangka #fyp #foryou

♬ Kita goyang lagi bro – 𝐃𝐋𝐘𝐉𝐖𝐎𝐅𝐅𝐂💥

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Debat Capres, Kasus Ratna Sarumpaet Jadi Sindiran Jokowi ke Prabowo
apahabar.com

Nasional

Harumkan Nama Bangsa, ITB ke Final Huawaei ICT Competition Tingkat Dunia

Nasional

Wapres Minta Masalah Banjir Diselesaikan dengan Cerdas
apahabar.com

Nasional

Usai Bentrokan Senayan, 1.365 Perusuh Diamankan
apahabar.com

Nasional

Chanel Youtube Urang Banua di Gabon-Afrika Kena Hack, 225 Ribu Subscriber Hilang
apahabar.com

Nasional

Ribuan Penerbangan Batal Akibat Gempa Lombok

Nasional

Jangan Kaget! Tahun Depan Plastik dan Minuman Manis Bakal Kena Cukai
apahabar.com

Nasional

Polisi Pastikan Penyerangan Mapolsek Ciracas Tak Merambah ke Ruang Tahanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com