Ssttt! Wanita di Pusaran Bupati HSU Diperiksa KPK Lagi Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok PT. SBKW Perusahaan Resmi, Cuncung Sayangkan Media Tidak Cek And Balance Mediasi Buntu! Kades di Amuntai Ancam Sweeping Truk Conch Mensos Risma Dikabarkan Akan Tinjau Korban Longsor di Maradapan Kotabaru

Walau Ditentang, Pemkot Banjarmasin Ngotot Tertibkan Reklame

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin kian ngotot membongkar reklame."Sikap Pemkot Banjarmasin sudah jelas. Kita akan tertibkan,"
- Apahabar.com     Sabtu, 16 Oktober 2021 - 21:15 WITA

Walau Ditentang, Pemkot Banjarmasin Ngotot Tertibkan Reklame

Sejumlah personel Satpol PP Banjarmasin mengevakuasi sisa reklame yang dibongkar di kawasan Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin, Jumat 19 Juni 2020. Kini, polemik pembongkaran bando tersebut kembali sengit setelah gugatan pengusaha reklame gugur di Polda Kalsel. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin kian ngotot membongkar reklame.

“Sikap Pemkot Banjarmasin sudah jelas. Kita akan tertibkan,” kata Wali Kota Ibnu Sina, Sabtu (16/10).

Penertiban bakal dilakukan sekalipun kebijakan itu ditentang oleh sejumlah pihak, termasuk DPRD Banjarmasin.

Ibnu juga yakin jika aturan yang dibuat oleh Pemkot sudah sesuai prosedur.

“Aturannya sudah jelas. Apa lagi yang mau dipertanyakan?” katanya.

Eksekusi sendiri, kata dia, akan dilakukan secepatnya. Ibnu sudah menyampaikan ke Satpol PP.

“Untuk tidak melewatkan satupun prosedur agar tidak ada celah untuk digugat. Kita kan niatnya untuk memperbaiki kota,” katanya.

Bando Berpolemik, dan Alasan DPRD Banjarmasin Kunker di Tengah PPKM

Sebelumnya, banyak yang menentang rencana pembongkaran 10 baliho bando di ruas Jalan Achmad Yani mulai kilometer 2 hingga kilometer 6 batas kota Banjarmasin.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Sungai, Anang Rosadi Adenansi meminta Pemkot juga membongkar gerbang batas kota Banjarmasin.

“Karena sama melanggarnya,” ujar Anang, baru tadi.

Sebabnya, keberadaan pintu gerbang di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 6 sama halnya dengan melabrak Peraturan Pemerintah (PP) nomor 34 dan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum nomor 20.

“Dasar dari wali kota itu kan pembongkaran bando membahayakan karena melintas jalan, sedangkan pintu gerbang itu kan sama,” ucapnya dihubungi apahabar.com, Rabu (6/10).

Menegakkan hukum, kata Anang, jangan hanya kepada masyarakat tetapi juga ke pemerintah itu sendiri. “Kalau melanggar, tindak juga,” sambungnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel, Winardi Setiono mengatakan ratusan pekerja yang dimiliki pengusaha advertising sudah pasti dirumahkan jika bando-bando itu dibongkar. “Kita mau gaji pakai apa?” ujar Winardi, kemarin.

Ia lantas meminta rencana ini ditunda dulu sampai ada penyelesaian yang menguntungkan kedua belah pihak.

Akibat pembongkaran sepihak oleh Pemkot, Winardi bilang kerugian para pengusaha reklame kala itu ditaksir mencapai Rp8,9 miliar.

Sejumlah anggota DPRD Banjarmasin menggelar kunjungan kerja (kunker) di tengah polemik pembongkaran reklame melintang atau bando. Kunker berlangsung sejak Senin kemarin (11/10) hingga Selasa esoknya,

“Studi banding soal bagaimana daerah lain mengatur kebijakan soal penertiban reklame,” ujar Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, M Isnaini dihubungi apahabar.com, Selasa (12/10).

Apa saja yang didapat dari kunker yang digelar bertepatan di hari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mencabut aturan PPKM level IV untuk luar Jawa-Bali, termasuk Banjarmasin ini?

Isnaini berkesimpulan jika selama ini Pemkot Banjarmasin terkesan ugal-ugalan menertibkan reklame.

“Pemkot Banjarmasin jangan seenaknya bongkar-membongkar,” katanya.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 16/2014 tentang penyelenggaraan reklame, misalnya, kata Isnaini, tidak ada aturan yang tegas melarang reklame.

Dalam pertimbangan di Perda itu juga tidak dimasukkan uraian teknis daripada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tahun 2010.

“Sehingga jika ada Perwali yang mengadopsi aturan di Perda itu maka bisa dikatakan bahwa itu produk ilegal,” katanya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alasan Mereka Tak Bermasker di Pasar, Salah Satunya Susah Bernapas
Arus Balik Mudik

Kalsel

H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat
Banjir

Kalsel

Korban Banjir di Martapura Diserang Penyakit, Kadinkes Sarankan Berobat Gratis ke Puskesmas
apahabar.com

Kalsel

Malam Ini Banjarmasin Diselimuti Kabut Tipis Beraroma Pekat

Banjarbaru

Peduli Mayarakat Banjarbaru, Alumni Akpol 2000 Gelar Vaksinasi Massal Gratis
apahabar.com

Kalsel

Mencicipi Nikmatnya Es Buah Segar Di tengah Cuaca Panas Matahari Banjarmasin
PNS

Kalsel

PNS dan Personel Polres Banjar Naik Pangkat
apahabar.com

Kalsel

Gerak Cepat Polda Kalsel Terkait Temuan Tambang Ilegal di Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com