Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh Catat, Jadwal Pelantikan ASN Asal Tanbu Jadi Sekdakot Banjarmasin Menakar Langkah Pertamina-Pemprov Basmi Pelangsir BBM Kalsel Tertangkap! Pelaku Penggelapan Minyak Sawit di Banjarbaru, CPO Diganti Air Sungai

47 Desa Terendam di Aceh Utara, 2087 Warga Mengungsi

- Apahabar.com     Sabtu, 13 November 2021 - 13:44 WITA

47 Desa Terendam di Aceh Utara, 2087 Warga Mengungsi

Ilustrasi, banjir Aceh. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 47 desa terendam banjir di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Sabtu (13/11). Sementara 2087 orang dilaporkan mengungsi.

Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Aceh sejak Jumat (12/11) mengakibatkan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pase meluap hingga merendam permukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat luapan kedua sungai itu merendam 47 desa di enam kecamatan di Aceh Utara. Ketinggian air bervariasi antara 50-80 cm. Sementara 2.087 orang terpaksa mengungsi di sejumlah titik.

Keenam kecamatan itu yakni Lhoksukon, Matangkuli, Banda Baro, Tanah Luas, Pirak Timu dan Cot Girek. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Lhoksukon dan Matangkuli.

“Akibat hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara sehingga Sungai Krueng keureuto dan Krueng Pase meluap merendam pemukiman penduduk,” kata Kepala BPBA, Ilyas, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (13/11).

Selain permukiman warga, banjir juga merendam 210 hektare sawah warga di Kecamatan Lhoksukon, kemudian banjir juga merendam empat sekolah, tiga kantor desa dan tanggul jebol sepanjang 35 meter di Desa Meunasah Jok.

Sejauh ini, tim BPBD sudah mempersiapkan perahu karet siaga di lokasi untuk mengevakuasi korban banjir. Sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing untuk melindungi harta benda mereka agar tak terendam banjir.

Saat ini kondisi banjir di sana berangsur surut, namun warga masih ada yang menetap di lokasi pengungsian. Dinsos setempat juga sudah mendistribusikan bantuan masa panik ke warga di sejumlah tenda pengungsian.

“Kondisi debit air sudah mulai surut,” kata Ilyas.

Ia juga mengingatkan para warga diminta untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena La Nina. Mengingat La Nina dapat memicu perubahan suhu udara dengan cepat.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketika Sisa Makanan Ditukar dengan Rupiah
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Banjir Jakarta Tersisa 1.539 Jiwa
apahabar.com

Nasional

Catat, Penghasilan Tidak Kena Pajak Diberlakukan Bagi Pelaku UMK
apahabar.com

Nasional

Debat Ketiga, Para Kandidat Jangan Sungkan!
apahabar.com

Nasional

Dubai Fasilitasi Ribuan Non-Muslim 49 Negara Belajar Islam

Nasional

VIDEO: 95 Persen Perkawinan Anak di Indonesia Ilegal
apahabar.com

Nasional

380 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Pascabentrok Senayan
apahabar.com

Nasional

Wiranto Diserang, Legislator Kalsel di Senayan Pertanyakan Pengamanan Menteri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com