Siaga 1! 10 Desa di 3 Kecamatan HST Banjir, Tagana Kalsel Terjun ke Lokasi Resmi, Pengurus MUI Kotabaru Dikukuhkan Lagi! Pipa PDAM Bandarmasih Bocor, Off 6 Jam, Sejumlah Wilayah Terdampak Lagi! Rumah Ambruk di Banjarmasin, Simak Pengakuan Pemilik Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Rampung, Lapor Jika Air Keruh

Ada 2 Tersangka Pertikaian Berdarah Gegara Itik di Layuh HST, 1 DPO

- Apahabar.com     Rabu, 3 November 2021 - 18:23 WITA

Ada 2 Tersangka Pertikaian Berdarah Gegara Itik di Layuh HST, 1 DPO

Pelaku, AD mengenakan baju oranye bernomor 7 digiring polisi ke sel tahanan polres HST usai konfrensi pers, Selasa (2/11). Foto-apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan Muliadi (42) meninggal dunia diduga ada 4 orang.

Pertikaian berdarah pada Sabtu (30/10) lalu di Desa Layuh, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ini dipicu masalah sepele hanya gegara itik.

Insiden berdarah ini terjadi ketika salah seorang warga menggelar makan bersama.

Sekitar pukul 13.00 Wita tiba-tiba datang korban Muliadi warga Desa Aluan, Batu Benawa, diajak makan bersama.

Namun saat itu korban menolak diajak makan sambil berkata, “Saya tidak mau makan, karena itik yang dimasak hasil curian,” kata Muliadi waktu itu.

Dua warga yang ada di situ, AD dan UG menjawab jika itik tersebut bukan hasil curian, melainkan dibeli seharga Rp60 ribu per ekor.

Lantas, pernyataan Muliadi membuat tersinggung AD dan UG. Adu mulut terjadi tapi sempat dilerai warga.

Setelah itu, Muliadi pergi meninggalkan TKP ke rumah ketua RT Desa Layuh untuk meminta bantuan agar perselisihannya dengan AD dan UG selesai secara kekeluargaan.

Saat itu ketua RT tidak ada di tempat. Kurang lebih 1 jam ia menunggu. Sekitar pukul 16.00 Wita, Muliadi memutuskan kembali ke tempat hajatan warga tersebut.

Saat itu ia terlihat membawa batangan besi hinqga terjadilah perkelahian yang membuat ia mengalami luka sabetan sajam di bagian badan, tangan dan kepala.

Ada 4 orang yang diduga pelaku atas kematian Muliadi. Hal ini berdasarkan keterangan saksi, yang tak lain adalah adik korban, Hermansyah.

Kepada penyidik, Hermansyah mengaku melihat ada 4 orang membawa parang tak jauh dengan lokasi tergeletaknya Muliadi yang bersimbah darah di jalan umum Desa Layuh.

“Kakak korban ini mendapat telepon kalau sang kakak terlibat perkelahian,” kata Kasat Reskrim AKP Antoni Silalahi, melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aipda M Husaini, Rabu (3/11).

Lantas adik korban mendatangi lokasi yang disebutkan. Di pinggiran jalan Desa Layuh, dia mendapati kakaknya sudah bersimbah darah.

Di sini lah saksi atau adik korban melihat 4 orang yang diduga pelaku. Mereka nampak memegang parang dan melihat ke arah korban.

“Perkiraan jaraknya, 5 meter antara korban yang tergeletak bersimbah darah dengan 4 orang tadi,” kata Husaini.

Lantas sang adik membopong Mulyadi hingga akhirnya dibawa oleh ambulans Kalibaru menuju RSHD Barabai. Namun nyawanya sudah tak tertolong lagi.

Seiring perjalanan penyelidikan polisi, penyidik akhirnya menetapkan 2 tersangka atas kasus pengeroyokan yang menyebabkan Muliadi tewas.

“Satu pelaku AD telah kita amankan. Satunya lagi, UG ditetapkan sebagai DPO dan dilakukan pengejaran,” kata Husaini.

AD diringkus pada salah satu pondok di kebun di Desa Bulayak, Kecamatan Hantakan, Senin (1/11) siang.

Dia berhasil diringkus setelah tim Resmob Polres HST bersama Resmob Polda Kalsel melakukan pendekatan terhadap keluarga AD.

“Dari sini tim akhirnya mendapati informasi bahwa AD ada di pondok tadi. Saat tim datang, AD ada di pondok dan meyerahkan diri,” tutup Husaini.

AD saat ini dijerat Pasal 170 ayat (3) Subsider Pasal 338 KUHP.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin Jilid II, Masih Banyak Warga yang Bandel
apahabar.com

Kalsel

Dini Hari, Tiga Pasangan Mesum di Banjarmasin Terjaring Razia !
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin Minta Pemda Alokasikan Dana Penelitian Perguruan Tinggi di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Raih Terbaik Pertama di Bidang Pelayanan Publik, Ibnu Sina Kembali Terima Penghargaan Nasional
apahabar.com

Kalsel

Binda Kalsel Turun Tangan Bantu Warga Pulau Laut
Balikpapan

Kalsel

Rahmad Masud Sempat Di-DO? Rektor Untri Balikpapan Angkat Bicara
apahabar.com

Kalsel

Diduga Dilempari Batu, Kaca Pos Satpam DPRD Kalsel Pecah
Demokrat Kalsel

Kalsel

Pascaputusan Kemenkumham, Demokrat Kalsel Kembali Rapatkan Barisan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com