Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen

Ajak Negara Anggota APEC Bangkit Bersama, Jokowi Dorong Buka Mobilitas Aman untuk Pemulihan Ekonomi

- Apahabar.com     Sabtu, 13 November 2021 - 08:58 WITA

Ajak Negara Anggota APEC Bangkit Bersama, Jokowi Dorong Buka Mobilitas Aman untuk Pemulihan Ekonomi

Presiden Joko Widodo. Foto- Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendorong seluruh negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Partnership (APEC) segera membuka mobilitas yang aman untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Dia mengajak seluruh negara APEC memperkuat kerja sama dan bangkit bersama.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menyampaikan pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC ke-28 yang digelar secara virtual. Jokowi mengikuti KTT tersebut dari Novotel Lombok Resort and Villa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 12 November 2021.

“Saya mengajak APEC untuk fokus pada tiga hal. Pertama, kita harus segera membuka mobilitas yang aman di kawasan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Jokowi dilansir Liputan6.com yang mengutip siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu (13/11).

Menurut dia, seluruh ekonomi APEC harus bersama-sama mempercepat pencapaian target cakupan vaksinasi di kawasan. Selain itu, juga menyepakati pengaturan jalur khusus bagi pelaku perjalanan tervaksinasi antarekonomi APEC.

Kedua, Jokowi mendorong ekonomi APEC untuk mewujudkan ekosistem rantai pasok global yang lebih tangguh. Dia menilai disrupsi terhadap rantai pasok dan logistik global memiliki dampak ekonomi yang besar.

Lebih jauh, Jokowi menjelaskan pandemi Covid-19 telah mengajarkan semua negara sangat rawannya rantai pasok global yang hanya bertumpu pada satu atau dua negara. Terutama, untuk proses produksi vaksin, obat, alat-alat kesehatan, dan produk-produk penting lainnya.

“Kita harus mengoreksinya dengan membangun rantai pasok dunia yang lebih merata di kawasan, untuk memitigasi risiko serupa di kemudian hari. Biaya pengangkutan kontainer yang saat ini naik sampai tiga kali lipat dibandingkan sebelum pandemi juga memukul eksportir dan importir. Akar masalah harus dicari dan segera kita selesaikan,” jelas dia.

Ketiga, Jokowi mendorong transisi menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan dan hijau. Dia berpandangan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan dan hijau adalah masa depan ekonomi dunia dan sebuah keniscayaan.

Untuk itu, kebijakan pembangunan harus menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan mengatasi perubahan iklim. Jokowi menekankan semuanya harus win-win dan berimbang, dan bukan dengan pendekatan zero-sum di antara tiga tujuan itu.

“APEC harus dapat memfasilitasi investasi dan alih teknologi di sektor ekonomi rendah karbon. Transisi berkelanjutan dan hijau harus semakin diintegrasikan ke dalam berbagai ranah kerja sama APEC,” tutur Jokowi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sandi: Saatnya Kita Punya Bank Syariah Terbesar di Asean
Covid-19

Nasional

Heboh 7 Makam COVID-19 di Sumsel Dibongkar OTK, Jenazah Hilang!
apahabar.com

Nasional

Jubir: Hasil Negatif Rapid Test Tidak Jamin Bebas Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Penghuni Rutan di Riau Tidur Bak Kelelawar
apahabar.com

Nasional

15 Ribu Orang Tinggalkan Wamena Pasca-Kerusuhan
apahabar.com

Nasional

10 Karya Terbaik Novelis NH Dini
apahabar.com

Nasional

Sapa Warga Pakai Bahasa Banjar, Jokowi: Apa Habar..!!
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim Bergeming, ‘Dirayu’ Al-Jazeera soal Lokasi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com